Nancy Raweiyai Dorong Dana Otsus Tepat Sasaran
NABIRE, Putrabhayangkara.id — Pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) agar tepat sasaran menjadi perhatian Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Nancy Natalia Raweiyai, saat menyerap aspirasi Asosiasi Pedagang Asli Papua (APAP), Rabu (14/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, sejumlah persoalan yang dihadapi Mama-Mama Papua, mulai dari keterbatasan transportasi hingga fasilitas pasar, menjadi pembahasan utama.
Pertemuan itu sekaligus menjadi bagian dari pengawasan pelaksanaan Otsus untuk memastikan program pemerintah daerah selaras dengan kebutuhan masyarakat, terutama pedagang asli Papua yang berperan dalam menggerakkan ekonomi keluarga.
Ketua APAP, Melody Gobai, mengungkapkan bahwa keterbatasan transportasi umum masih menyulitkan Mama-Mama Papua yang harus menempuh jarak jauh untuk mencapai lokasi berjualan. Akses transportasi yang memadai dinilai dapat membantu kelancaran aktivitas perdagangan mereka.
Selain itu, persoalan kebersihan dan kenyamanan pasar turut disampaikan sebagai kebutuhan yang perlu mendapat perhatian. Lingkungan pasar yang bersih, tertata, dan didukung fasilitas memadai diharapkan dapat menciptakan tempat usaha yang lebih layak bagi para pedagang.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan juga mencakup Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) tentang pangan lokal, terutama pengaturan komoditas Orang Asli Papua (OAP). Regulasi ini menjadi salah satu aspek yang dibicarakan dalam upaya memperkuat perlindungan serta pemberdayaan pelaku usaha lokal di Papua Tengah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Nancy menegaskan bahwa pelaksanaan program yang bersumber dari Dana Otsus perlu didukung pendataan yang akurat agar perencanaan dan penyaluran bantuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Pendataan ini menjadi sangat penting dan harus kita kawal, karena tanpa data yang akurat, program dan penyaluran Dana Otsus tidak dapat terukur dengan jelas,” tegas Nancy.
Ia menjelaskan, DPR Provinsi Papua Tengah menjalankan fungsi pengawasan dan check and balance terhadap penyelenggaraan pemerintahan, sekaligus mendukung program pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance.
Menurut Nancy, Dana Otsus harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan Orang Asli Papua dan memperkuat ekonomi lokal. Karena itu, kebutuhan pedagang, termasuk transportasi, fasilitas pasar, serta pengembangan usaha, perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara DPR, pemerintah daerah, dinas terkait, dan APAP agar aspirasi para pedagang dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret.
Nancy berharap pengawasan yang berkelanjutan dan sinergi antarlembaga dapat memastikan pemanfaatan Dana Otsus berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, sehingga program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan Mama-Mama Papua serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Papua Tengah.
MPB ABIRAYANTI
