September 11, 2026

Hari Kedua Bimtek SIKN dan JIKN, Pemkab Taput Perkuat Tata Kelola Kearsipan Digital

IMG-20260911-WA0012

 

TAPANULI UTARA – Kamis 10 September 2026. Putrabhayangkara.id

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus mendorong pembenahan tata kelola arsip pemerintahan melalui transformasi digital. Upaya tersebut diperkuat melalui pelaksanaan hari kedua Bimbingan Teknis (Bimtek) Input Data Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN), Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis aparatur sipil negara (ASN) dalam menyiapkan dan mengelola data kearsipan secara digital.

Bimtek yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan itu telah dimulai sejak Rabu (9/9/2026).

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius T.P. Hutabarat, S.Si., M.Si., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa pembenahan kearsipan bukan hanya berkaitan dengan penyimpanan dokumen, tetapi memiliki kaitan erat dengan tata kelola pemerintahan dan transformasi digital.

“Pengelolaan kearsipan memiliki peran strategis dalam mendukung tata kelola pemerintahan, transformasi digital, dan SPBE. Kita tidak hanya sedang membenahi dokumen, tetapi kita sedang membangun kapasitas dan profesionalitas pelayan publik di Tapanuli Utara,” tegas Bupati JTP.

Menurut Bupati, dokumen pemerintahan memiliki nilai penting, khususnya arsip yang berkaitan dengan produk hukum, aset daerah serta rekam jejak pembangunan. Karena itu, penyelamatan arsip melalui sistem digital dinilai diperlukan untuk mengurangi risiko kehilangan maupun kerusakan dokumen fisik.

Selain sebagai upaya perlindungan arsip, digitalisasi juga diarahkan agar informasi kearsipan daerah dapat dikelola secara lebih sistematis dan mendukung keterhubungan dengan sistem kearsipan nasional.

Pada pelaksanaan hari kedua, sebanyak 50 perwakilan dari organisasi perangkat daerah (OPD) mengikuti kegiatan. Jumlah tersebut melengkapi keseluruhan 100 peserta yang mengikuti rangkaian Bimtek dari 25 perangkat daerah, 15 kecamatan dan UPTD Puskesmas se-Kabupaten Tapanuli Utara.

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari dua mantan Bupati Tapanuli Utara, yakni Dr. R. E. Nainggolan yang memimpin Taput periode 1999–2004 dan Dr. Nikson Nababan, M.Si., yang menjabat periode 2014–2024. Keduanya turut mengikuti kegiatan secara virtual melalui Zoom.

Kehadiran dua mantan kepala daerah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendokumentasian perjalanan sejarah pemerintahan dan kebijakan pembangunan daerah melalui pengelolaan arsip yang lebih tertata.

Kepala BKPSDM Kabupaten Tapanuli Utara, Jenri Simanjuntak, menjelaskan bahwa pelaksanaan Bimtek mengacu pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan serta Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah memenuhi kewajiban pengelolaan arsip yang modern dan akuntabel, mewujudkan integrasi data yang valid dan transparan, serta mengasah keterampilan teknis ASN dalam mengoperasikan aplikasi SIKN dan penyiapan dokumen sumber,” ujar Jenri.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi dan pendampingan teknis dari Arsiparis Ahli Madya Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Dr. Rudi Andri Syahputra, S.S., M.A.

Materi yang diberikan mencakup kebijakan kearsipan nasional, penyiapan data sumber, hingga praktik penginputan data melalui aplikasi SIKN. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai kebijakan, tetapi juga diarahkan untuk memiliki keterampilan teknis dalam penerapan sistem tersebut di lingkungan kerja masing-masing.

Penerapan SIKN dan JIKN di lingkungan pemerintah daerah diharapkan dapat mendukung tersedianya data kearsipan yang lebih tertib, terdokumentasi dan mudah ditelusuri sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi pemerintah daerah, keberadaan arsip digital juga memiliki fungsi strategis dalam mendukung administrasi pemerintahan, pelayanan publik, transparansi informasi serta penyelamatan dokumen yang memiliki nilai hukum dan sejarah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Tapanuli Utara Marco Panggabean, Kepala Dinas Kominfo Donna Situmeang, Kepala Bidang Pengelolaan Kearsipan Neny Angelina, para asisten, staf ahli, pimpinan perangkat daerah serta para camat se-Kabupaten Tapanuli Utara.

Melalui Bimtek tersebut, Pemkab Tapanuli Utara berupaya memastikan transformasi kearsipan tidak berhenti pada penggunaan aplikasi, tetapi diikuti kesiapan sumber daya manusia dan ketertiban dalam menyiapkan dokumen sumber.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital sekaligus upaya menjaga rekam jejak administrasi dan pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara agar tetap terdokumentasi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Frish. H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *