Taruhan Nyawa Warga Teluk Gok Lombok Barat: Melahirkan dan Berobat Harus Arungi Lautan
Lombok Barat – Ironi kemerdekaan dan pemerataan pembangunan rupanya belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat. Di saat daerah lain sibuk memoles infrastruktur digital, warga Dusun Teluk Gok, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, justru harus bertaruh nyawa setiap hari akibat akses jalan darat yang lumpuh total selama hampir setengah abad.
Kondisi jalur darat satu-satunya yang menghubungkan dusun ini dengan dunia luar dilaporkan rusak parah. Jangankan mobil, kendaraan roda dua pun harus berjuang ekstra keras melewati tanjakan terjal penuh batu besar dan lubang menganga. Alhasil, jalur laut menggunakan perahu sampan terpaksa menjadi urat nadi cadangan warga, meski taruhannya adalah keselamatan jiwa.
Dampak paling memprihatinkan dari abainya pemerintah daerah terlihat pada sektor kesehatan. Ketika ada warga yang jatuh sakit atau ibu yang hendak melahirkan, warga dusun harus bergotong-royong menandu pasien melintasi jalan rusak menuju bibir pantai. Dari sana, perjuangan berlanjut dengan mengarungi lautan menggunakan perahu kayu menuju Puskesmas terdekat.
“Kondisinya sangat bertaruh nyawa. Kalau cuaca buruk atau gelombang tinggi, kami pasrah. Mau lewat darat tidak mungkin, lewat laut pun berbahaya,” ungkap Marzuki tokoh masyarakat dengan nada getir Rabu (20/5).
Bukan hanya sektor kesehatan, dunia pendidikan anak-anak di Teluk Gok pun ikut dikebiri oleh keadaan. Para siswa kerap kali terpaksa bolos sekolah saat cuaca ekstrem melanda, karena perahu yang biasa mengantar mereka tidak berani melaut, sementara akses darat mustahil ditembus.
Ketua dan tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa penderitaan ini bukanlah barang baru, melainkan nestapa yang sudah mengakar semenjak 1987 tanpa pernah ada sentuhan perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Warga mengaku geram karena wilayah mereka kerap kali hanya dijadikan ladang suara dan komoditas politik saat musim Pemilu atau Pilkada tiba.
> “Saat butuh suara kami, mereka (para politisi) datang membawa janji manis akan membangun jalan. Begitu kursi kekuasaan didapat, kami kembali dilupakan. Padahal kami ini warga negara yang sah dan taat bayar pajak,” keluh warga setempat.
Melalui momentum ini, masyarakat Teluk Gok mengetuk keras pintu hati Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar tidak menutup mata. Warga mendesak pemerintah untuk segera turun langsung ke lapangan guna melihat realitas pahit yang mereka hadapi.
Masyarakat menegaskan, perbaikan atau pengaspalan jalan di Dusun Teluk Gok bukan lagi sekadar permohonan fasilitas, melainkan kebutuhan darurat kemanusiaan yang harus segera dipenuhi sebelum ada nyawa warga yang melayang di tengah lautan saat mencari keadilan medis. (A)
