KUHP Baru’ Berbagai Pasal tindak Pidana dan Definisi Direvisi berlaku Januari 2026
JAKARTA || putrabayangkara.id Januari 2026 – Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Baru) yang mulai berlaku pada Januari 2026 membawa sejumlah perubahan signifikan terkait penomoran pasal, definisi konsep penting, serta pengaturan beberapa tindak pidana yang sebelumnya diatur dalam KUHP Lama (Wetboek van Strafrecht voor Nederlands Indie) maupun peraturan khusus lainnya.
Sebagaimana diketahui, KUHP Lama yang berlaku sejak 1918 menggunakan bahasa yang kompleks dan berbasis asas retributif, sedangkan KUHP Baru menggunakan bahasa yang lebih sederhana, berbasis restorative justice, dan menambahkan aturan untuk mengantisipasi tantangan zaman baru seperti cybercrime dan tindak pidana lingkungan.
Berikut adalah rincian perubahan pasal dari beberapa kategori tindak pidana dan definisi penting:
PERUBAHAN PENOMORAN PASAL TINDAK PIDANA
– Daluarsa Aduan: KUHP Lama Pasal 74 menjadi KUHP Baru Pasal 29.
– Percobaan: KUHP Lama Pasal 53 menjadi KUHP Baru Pasal 17 dan 18.
– Penyertaan: KUHP Lama Pasal 55 dan 56 menjadi KUHP Baru Pasal 20 dan 21.
– Nebis en Idem: KUHP Lama Pasal 76 menjadi KUHP Baru Pasal 132 ayat (1) huruf a.
– Daluarsa: KUHP Lama Pasal 78 menjadi KUHP Baru Pasal 136.
– Masuk Pekarangan Tanpa Hak: KUHP Lama Pasal 167 menjadi KUHP Baru Pasal 257.
– Kekerasan Bersama Terhadap Orang/Barang: KUHP Lama Pasal 170 menjadi KUHP Baru Pasal 262.
– Perintangan Penyidikan: KUHP Lama Pasal 221 menjadi KUHP Baru Pasal 278.
– Pembakaran dengan Sengaja: KUHP Lama Pasal 187 dan 188 menjadi KUHP Baru Pasal 308.
– Memaksa Orang Lain dengan Kekerasan/Ancaman Kekerasan: KUHP Lama Pasal 335 menjadi KUHP Baru Pasal 448.
– Laporan atau Pengaduan Palsu: KUHP Lama Pasal 220 menjadi KUHP Baru Pasal 361.
– Keterangan Palsu di Atas Sumpah: KUHP Lama Pasal 242 menjadi KUHP Baru Pasal 373.
– Pemalsuan Surat/Akta Otentik: KUHP Lama Pasal 263 dan 266 menjadi KUHP Baru Pasal 395 hingga 400.
– Pemalsuan Mata Uang: KUHP Lama Pasal 244 hingga 251 menjadi KUHP Baru Pasal 374 hingga 381.
– Tindakan Terhadap Asal Usul Perkawinan: KUHP Lama Pasal 277 hingga 280 menjadi KUHP Baru Pasal 401 hingga 404.
– Perzinaan: KUHP Lama Pasal 284 menjadi KUHP Baru Pasal 411, 412 (kumpul kebo), dan 413.
– Perjudian: KUHP Lama Pasal 303 menjadi KUHP Baru Pasal 426 dan 427.
– Pencemaran dan Fitnah: KUHP Lama Pasal 310 dan 311 menjadi KUHP Baru Pasal 433 dan 434.
– Penculikan: KUHP Lama Pasal 333 menjadi KUHP Baru Pasal 450.
– Pembunuhan: KUHP Lama Pasal 338 hingga 340 menjadi KUHP Baru Pasal 458 hingga 462 (termasuk pembantu bunuh diri).
– Aborsi: KUHP Lama Pasal 346 hingga 349 menjadi KUHP Baru Pasal 463 hingga 465.
– Penganiayaan: KUHP Lama Pasal 351 hingga 356 menjadi KUHP Baru Pasal 466 hingga 470.
– Perkosaan: KUHP Lama Pasal 285 menjadi KUHP Baru Pasal 473.
– Menyebabkan Mati atau Luka Karena Kealpaan: KUHP Lama Pasal 359 dan 360 menjadi KUHP Baru Pasal 474 dan 475.
– Pencurian: KUHP Lama Pasal 362 hingga 365 menjadi KUHP Baru Pasal 476 hingga 479.
– Pemerasan dan Pengancaman: KUHP Lama Pasal 368 dan 369 menjadi KUHP Baru Pasal 482 dan 483.
– Penggelapan: KUHP Lama Pasal 372 hingga 375 menjadi KUHP Baru Pasal 486 hingga 488.
– Penipuan/Perbuatan Curang: KUHP Lama Pasal 378 menjadi KUHP Baru Pasal 492, 493, dan 494 (penipuan ringan).
– Penadahan: KUHP Lama Pasal 480 dan 481 menjadi KUHP Baru Pasal 591 dan 592.
DEFINISI BARU DAN PERUBAHAN REGULASI KHUSUS
– Definisi Anak: Diatur dalam KUHP Baru Pasal 150, yang menetapkan usia anak adalah maksimal 18 tahun.
– Definisi Luka Berat: Diatur dalam KUHP Baru Pasal 155 dengan penjelasan yang lebih rinci.
– Pemalsuan Materai: Tidak diatur dalam KUHP Lama, namun kini diatur dalam KUHP Baru Pasal 382.
– Kedapatan Bawa Senjata: Sebelumnya diatur dalam Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No.12/1951, tidak lagi diatur dalam KUHP Baru dan akan diatur dalam peraturan khusus terkait senjata api.
– Pelanggaran Narkotika: Sebelumnya diatur dalam UU No.35/2009 tentang Narkotika, kini sebagian diatur dalam KUHP Baru Pasal 609 dan 610.
Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penegakan hukum dan memberikan perlindungan yang lebih komprehensif bagi masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
Penulis: Armadi
