Wisata Nabire Membara: Balap Perahu Motor Tempel Jadi Tontonan Hits Pekan Ini
Media Putra Bhayangkara.id, NABIRE (Papua Tengah) – Ada yang berbeda di pesisir pantai Nabire pagi ini, Kamis (23/4/2026). Bukan suara ombak yang mendominasi, melainkan raungan mesin motor tempel yang saling beradu cepat di atas permukaan laut.
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Polda Papua Tengah, sebuah kompetisi unik bertajuk “Race Motor Tempel” resmi dibuka. Acara ini tak hanya menjadi ajang adu kecepatan, tetapi juga magnet wisata yang menyedot perhatian ribuan pasang mata warga Kota Nabire.
Meski menggunakan mesin motor tempel berkapasitas 15 PK, jangan bayangkan ini adalah perahu nelayan tradisional yang biasa digunakan melaut. Penyelenggara menegaskan bahwa seluruh perahu yang berlaga telah dimodifikasi khusus untuk kebutuhan racing. Desain bodi yang aerodinamis dipadukan dengan ketangkasan para motoris membuat balapan ini menyuguhkan aksi manuver yang memicu adrenalin.
Inisiasi acara yang digagas oleh Pak Aris Penatapa ini mendapat apresiasi penuh dari Kapolda Papua Tengah. Dalam sambutannya, Kapolda menekankan bahwa ada tiga misi utama yang dibawa dalam “Race Motor Tempel” tahun ini:
Magnet Wisata: Mengekspos keindahan pasir putih pantai Nabire sebagai destinasi unggulan.
Pesta Rakyat: Menghadirkan hiburan segar dan berkualitas bagi masyarakat lokal.
Energi Positif Pemuda: Menjadi wadah kreativitas agar generasi muda Papua Tengah fokus pada kegiatan sportif dan menjauhi hal-hal negatif.
”Kegiatan ini sangat positif. Selain jadi hiburan, kita ingin memajukan wisata pesisir Nabire yang luar biasa indah,” ujar Kapolda di tengah kemeriahan acara.
Pemilihan waktu balapan ini terasa spesial karena berdekatan dengan momen bersejarah. Berdasarkan SK pembentukannya pada tahun 2024, HUT Polda Papua Tengah jatuh pada tanggal 29 April. Perayaan tahun 2026 ini menandai tahun kedua berdirinya Polda di provinsi baru tersebut.
Pihak kepolisian berharap event seperti ini tidak berhenti sampai di sini saja. Harapannya, “Race Motor Tempel” bisa bertransformasi menjadi agenda rutin tahunan yang mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif dan sportivitas di tanah Papua Tengah.
(MPB/Kord/PT)
