Warga Dusun Kembang Lada Teriak: Udara Kotor, Jalan Rusak, PT BAI Harus Bertanggung Jawab!
MEMPAWAH, Kalbar – Jeritan warga Dusun Kembang Lada, Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, tak kunjung mendapat respons dari PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI). Pabrik yang seharusnya membawa manfaat ekonomi justru diduga mencemari udara dan menghancurkan jalan poros desa.
Malam Kamis, 20 Maret 2025, bukan malam biasa. Warga berkumpul dalam rapat darurat, membahas ancaman nyata yang kian hari kian menyesakkan – secara harfiah dan simbolis. Asap tebal dan debu dari aktivitas industri diduga kuat menjadi biang keladi sesak napas dan gatal-gatal yang diderita warga.
Ketua rapat, M Daud, menegaskan bahwa ini bukan lagi soal keluhan semata. “Kami sudah lelah. Udara kotor meracuni kami, jalan rusak membahayakan kami. PT BAI harus bertanggung jawab!” serunya Jumat,(21/3)
Jalan Poros Bukit Batu Rusak Parah, Kecelakaan Mengintai
Tak hanya udara yang kian beracun, akses jalan poros Bukit Batu kini lebih mirip lintasan off-road daripada jalur utama desa. Lubang menganga, aspal yang mengelupas, dan genangan air menjadi momok bagi pengendara, terutama saat hujan turun.
“Jalan ini sudah seperti jebakan maut. Kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin ada korban jiwa!” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga mendesak Dinas PUPR Kabupaten Mempawah untuk segera turun tangan. Mereka tak ingin janji-janji kosong tanpa aksi nyata.
Maman Suratman: Jika Tak Ada Solusi, Relokasi Jadi Opsi!
Merasa tak didengar, warga menunjuk Maman Suratman, S.Pd.I, M.Sos sebagai perwakilan resmi untuk menyampaikan tuntutan mereka.
“Kami menuntut PT BAI segera bertindak. Jika pencemaran ini terus terjadi, kami siap direlokasi! Tapi ingat, kompensasi harus jelas dan adil,” tegasnya.
Warga mendesak pemerintah, baik daerah maupun pusat, turun tangan secepatnya. Mereka tidak akan tinggal diam jika hak mereka terus diinjak-injak.
Tuntutan Warga: Tegas dan Tanpa Tawar-menawar!
1. PT BAI harus segera mengatasi pencemaran udara dan memastikan kualitas udara kembali normal.
2. Jalan poros Bukit Batu harus segera diperbaiki agar tidak membahayakan pengguna jalan.
3. Kompensasi yang adil bagi warga terdampak, terutama yang mengalami gangguan kesehatan.
4. Jika tidak ada perbaikan, warga menuntut relokasi dengan ganti rugi yang layak.
Rapat ini berakhir dengan tekad bulat: warga akan terus memperjuangkan hak mereka sampai ada tindakan nyata!
“Kami tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan!” seru Maman Suratman, menutup rapat dengan penuh semangat.
—
#PencemaranUdara #PTBAI #DusunKembangLada #WargaBergerak #MempawahTuntutKeadilan
Tim liputan
