September 25, 2026

Wakapolres Tolikara Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila : Dari Karubaga, Seruan Menghadirkan Negara hingga Pelosok Pegunungan Papua

IMG-20260601-WA0013

Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan, MPB – Semangat persatuan dan pengabdian kepada masyarakat mewarnai pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Merah Putih, Desa Ampera, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Senin (1/6/2026).

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, upacara berlangsung khidmat mulai pukul 11.15 hingga 12.10 WIT dan diikuti oleh unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, ASN, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos, memimpin langsung jalannya peringatan Hari Lahir Pancasila yang menjadi momentum refleksi sekaligus komitmen bersama dalam membangun daerah pegunungan yang maju, damai, dan sejahtera.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1716 Tolikara Letkol Inf. Derek S. Rumbino, Wakapolres Tolikara AKP Budiharjo Kadir, Kasat Lantas IPDA Ragil Slamet Wijayanto, personel TNI-Polri, ASN Kabupaten Tolikara, serta ratusan siswa-siswi yang mengikuti upacara dengan penuh semangat kebangsaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan pasukan, pengibaran Sang Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembukaan UUD 1945, hingga pembacaan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia oleh Bupati Tolikara.

Namun lebih dari sekadar seremoni, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi ruang penyampaian pesan pembangunan yang kuat bagi masyarakat Tolikara.

Dalam amanatnya, Bupati Willem Wandik menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya menjadi simbol atau rangkaian kegiatan tahunan, melainkan harus benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke kampung-kampung terpencil.

Menurutnya, makna Pancasila akan terasa nyata ketika negara mampu menghadirkan pelayanan pendidikan, kesehatan, transportasi, dan pembangunan yang merata bagi seluruh rakyat.

“Kita tidak boleh memahami Pancasila hanya sebagai teks yang dibacakan atau upacara yang dilaksanakan setiap tahun. Pancasila harus hidup di tengah rakyat, dirasakan oleh mama-mama di kampung, anak-anak sekolah, petani, tenaga kesehatan, guru, pemuda, gereja, dan seluruh masyarakat Tolikara,” ujar Bupati.

Bupati juga menyoroti berbagai tantangan geografis yang dihadapi Kabupaten Tolikara sebagai wilayah pegunungan. Tingginya biaya transportasi, mahalnya harga kebutuhan pokok, material bangunan, hingga keterbatasan akses menjadi tantangan nyata yang memerlukan perhatian khusus dari pemerintah.

Menurutnya, keadilan sosial sebagaimana termuat dalam Sila Kelima Pancasila tidak selalu berarti perlakuan yang sama bagi setiap daerah, tetapi perlakuan yang adil sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Keadilan sosial berarti negara memahami bahwa daerah pegunungan membutuhkan perhatian khusus, dukungan infrastruktur yang lebih besar, dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat yang hidup di wilayah sulit,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kedamaian di “Tanah Injil” Tolikara dengan menghindari konflik, perang suku, minuman keras, perjudian, serta berbagai tindakan yang dapat menghambat pembangunan dan masa depan generasi muda.

Ia menekankan pentingnya membangun budaya damai yang diwariskan kepada anak-anak sebagai modal utama pembangunan daerah.

Selain itu, Bupati memaparkan komitmennya dalam menghadirkan listrik 24 jam di Kota Karubaga sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti di ibu kota kabupaten.

“Pancasila tidak hanya boleh menyala di Karubaga. Pancasila harus menyala sampai ke distrik-distrik dan kampung-kampung. Seluruh masyarakat memiliki hak yang sama untuk merasakan terang pembangunan,” katanya.

Tak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, Bupati juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi dan peningkatan disiplin aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, ASN merupakan wajah negara di tengah masyarakat sehingga pelayanan publik harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

“Ketika ASN bekerja dengan jujur, disiplin, dan melayani masyarakat dengan hati, maka di situlah Pancasila hadir secara nyata,” ujarnya.

Menutup amanatnya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan visi pembangunan Tolikara RAMAH, yakni Religius, Berbudaya, Mandiri, Adil, dan Sejahtera.

Ia berharap Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi titik balik untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, gereja, adat, pemuda, perempuan, dan seluruh masyarakat dalam membangun Tolikara yang lebih maju.

Upacara berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat hingga selesai pada pukul 12.00 WIT. Semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut menjadi simbol kuat bahwa nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi fondasi utama pembangunan serta perdamaian di Kabupaten Tolikara.

Usai kegiatan Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos turut menjelaskan “Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk menghadirkan negara secara nyata di tengah masyarakat. Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau seremoni, tetapi harus diwujudkan dalam pelayanan pendidikan, kesehatan, transportasi, ekonomi rakyat, serta pembangunan yang menjangkau seluruh distrik dan kampung di Tolikara. Mari kita jaga damai di Tanah Injil dan bersama-sama membangun Tolikara RAMAH: Religius, Berbudaya, Mandiri, Adil, dan Sejahtera.”

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Tolikara tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum refleksi bersama untuk memperkuat persatuan, mempercepat pembangunan daerah pegunungan, meningkatkan pelayanan publik, serta menjaga perdamaian dan kesejahteraan masyarakat. Nilai-nilai Pancasila diharapkan terus menjadi pedoman dalam mewujudkan kehadiran negara yang dirasakan hingga ke pelosok kampung di Papua Pegunungan.

Penulis : Ardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *