September 25, 2026

Wabup Deni Buka Rekonstruksi Arsip ASN Terdampak Bencana, Dorong Penguatan Digitalisasi Dokumen Kepegawaian

IMG-20260917-WA0000

 

TAPANULI UTARA – Rabu 16 September 2026. Putrabhayangkara.id

Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut infrastruktur dan fasilitas pelayanan publik. Arsip kepegawaian Aparatur Sipil Negara (ASN) juga menjadi bagian penting yang harus dipastikan tetap tersedia, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui pelaksanaan Kegiatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Arsip ASN Terdampak Bencana di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026.

Kegiatan dibuka Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Rabu (16/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) melakukan pembinaan dan pendampingan terkait penelusuran, pemulihan serta pengelolaan arsip kepegawaian ASN yang terdampak bencana.

Wakil Bupati Deni menilai dukungan BKN melalui kehadiran tim ahli menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas pemerintah daerah menghadapi persoalan arsip kepegawaian pascabencana.

“Kita sangat apresiasi dan berterima kasih sudah mendatangkan tim ahli. Digitalisasi memang tidak bisa dihindari,” ujar Deni dalam arahannya.

Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut pengelolaan arsip dan administrasi ASN tidak lagi hanya bergantung pada dokumen fisik. Digitalisasi menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat keamanan, ketersediaan dan kemudahan akses terhadap dokumen kepegawaian.

Deni juga mendorong jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk mengoptimalkan berbagai sistem digital yang disediakan BKN, termasuk Sistem Lemari Digital dan Document Management System (DMS) pada MyASN.

Sistem tersebut diharapkan dapat mendukung penyimpanan dan pengelolaan dokumen kepegawaian secara elektronik sehingga data ASN dapat dikelola secara lebih tertib.

“Kami siap mengoptimalkan tiap aplikasi yang diberikan oleh BKN,” tegasnya.

Digitalisasi arsip menjadi semakin relevan dalam konteks pemulihan pascabencana. Dokumen fisik yang rusak atau hilang dapat menimbulkan persoalan dalam proses administrasi apabila tidak didukung data dan dokumen cadangan yang dapat ditelusuri.

Karena itu, rekonstruksi dan rehabilitasi arsip ASN tidak hanya diarahkan untuk mengidentifikasi dokumen yang terdampak, tetapi juga memperkuat tata kelola arsip agar lebih siap menghadapi risiko serupa di masa mendatang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggi Irawan, S.Kom., Direktur atau yang mewakili Pengelolaan Sistem Informasi dan Layanan Digitalisasi Manajemen ASN BKN Pusat; Dr. Janry Haposan U.P. Simanungkalit, S.Si., M.Si.; Sekretaris Daerah Tapanuli Utara Drs. Henry M.M. Sitompul, M.Si.; Kepala Kantor Regional VI BKN Medan beserta rombongan; Kepala BKPSDM Tapanuli Utara Jenri Simanjuntak, S.Sos., M.Si.; serta Kepala BKPSDM Kabupaten Humbang Hasundutan Benyamin Naraban, S.Pd., M.M., beserta rombongan dan jajaran Pemkab Tapanuli Utara.

Pelaksanaan kegiatan juga menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk melakukan penelusuran dan pemutakhiran kondisi arsip ASN terdampak. Data yang diperoleh selanjutnya menjadi bagian dari proses pemulihan administrasi kepegawaian.

Bagi pemerintah daerah, ketersediaan arsip ASN memiliki fungsi strategis karena berkaitan dengan pelayanan administrasi dan pemenuhan hak kepegawaian. Oleh sebab itu, proses pemulihan harus dilakukan secara tertib dan berdasarkan kondisi data yang sebenarnya.

Wakil Bupati berharap pendampingan selama kegiatan dapat memberikan manfaat nyata bagi jajaran pemerintah daerah sekaligus meningkatkan kemampuan pengelolaan arsip ASN secara digital.

“Dua hari ini sangat bermanfaat bagi kita semua yang hadir saat ini,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Tapanuli Utara menargetkan pengelolaan arsip ASN semakin tertib, aman dan adaptif terhadap risiko bencana, sekaligus memperkuat transformasi digital dalam pelayanan administrasi kepegawaian.

Frish. H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *