Visitasi PKN II di Tapanuli Selatan Hasilkan Lima Rekomendasi Strategis Perkuat Tata Kelola Pascabencana
TAPANULI SELATAN – Rabu 22 Juli 2026. Putrabhayangkara.id
Kegiatan visitasi lapangan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Kelompok IV di Kabupaten Tapanuli Selatan menghasilkan lima rekomendasi strategis yang diarahkan untuk memperkuat tata kelola pemulihan pascabencana secara lebih efektif, terintegrasi, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik.
Visitasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran PKN Tingkat II yang menitikberatkan pada penguatan kepemimpinan adaptif dalam penanggulangan bencana, mitigasi risiko, serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Salah satu peserta kegiatan adalah Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Tapanuli Utara, Josua Jamot Erwin Hutabarat, ST., ME., yang mengikuti PKN II Angkatan XII sebagai bagian dari pengembangan kompetensi kepemimpinan aparatur sipil negara.
Dari hasil observasi dan diskusi lapangan, peserta PKN II merumuskan lima rekomendasi strategis, yakni:
1. Penguatan sistem pemulihan pelayanan publik berbasis satu data (single data) secara real time.
2. Penguatan koordinasi dan kolaborasi multipihak dalam penanganan pascabencana.
3. Peningkatan kapasitas aparatur pemerintah dan masyarakat dalam manajemen kebencanaan.
4. Penguatan kesiapsiagaan melalui pengembangan Desa Tangguh Bencana (Destana), Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta pendidikan kebencanaan.
5. Percepatan rehabilitasi infrastruktur dan pemulihan layanan dasar dengan menerapkan prinsip Build Back Better, yakni membangun kembali dengan kualitas yang lebih baik dan lebih tangguh terhadap risiko bencana.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara, Dr. Agustinus, S.Si.T., M.T., memberikan apresiasi atas respons cepat dan kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan.
Menurutnya, kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan serta menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat setelah terjadi bencana.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu berharap rekomendasi yang dihasilkan melalui kegiatan visitasi tersebut dapat menjadi masukan strategis bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan mitigasi bencana yang lebih komprehensif sekaligus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Seluruh hasil visitasi lapangan selanjutnya akan dirumuskan dalam bentuk policy brief sebagai rekomendasi kebijakan. Dokumen tersebut diharapkan menjadi referensi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang tangguh, responsif, adaptif, serta mampu memberikan pelayanan publik secara optimal, khususnya dalam menghadapi kondisi pascabencana.
Penulis: Frish. H. Silaban
