September 27, 2026

Viral, Pemagaran Depan Rumah Warga Akhirnya Dicabut Kembali

IMG-20260312-WA0032

 

PURWAKARTA , putrabhayangkara.co.id –
Sudah beberapa bulan lalu semenjak mau pemasangan tower internet (BTS – Base Transceiver Station) antarwarga sering kali terjadi akibat minimnya sosialisasi, kekhawatiran dampak kesehatan, serta risiko keamanan fisik. Konflik ini umumnya antara warga yang lahannya disewa untuk tower dan warga sekitarnya yang terdampak langsung. Di wilayah Kp.Selaeurih Desa Bunder ,Kecamatan Jatiluhur Purwakarta konflik masih berlangsung hingga hari ini pada Rabu,11 maret 2023.

Rina ,yang menguploud video via medsos sempat Viral adik dari kedua kakaknya saat di konfirmasi mengatakan” bahwa dari sebelumnya kakek kita mau pasang juga tidak setuju dengan pemasangan tower di area belakang wilayah kita , apalagi sekarang pemasangannya pindah pas depan rumah dengan jarak sangat dekat sekitar 5 Meteran ,karena kita khawatir yang pertama adalah dampak dari kesehatan , yang kedua masalah teknis ,bisa menganggu ke alat electronik dan radiasi dengan rumah kakak kakak saya jadi banyak faktor sangat riskan terlalu dekat dengan area tower tersebut.

“Dan mengenai pemagaran depan rumah kami saya rasa sudah masuk keranah intimidasi dan diskriminasi oleh pihak terkait karena kedua kakak saya yang tidak setuju atas perizinan pembuatan tower di depan rumah menyangkut lingkungan warga yang padat serta kurang strategis banyak warga terdampak dari resiko tower internet tersebut,”ungkapnya.

Kemudian hal ini menjadi sorotan publik serta aparat pemdes maupun Kamtibmas sehingga pada Selasa malam jam 21:00 WIB kedua belah pihak di panggil ke Polsek Jatiluhur untuk musyawarah atau di mediasi, setelah ada kesepakatan bahwa penutupan akses jalan yang di depan rumah akan di cabut kembali yang di saksikan oleh Intel Polsek Jatiluhur (Gilman) ,Kamtibmas Desa Bunder (Yudi)Kabid Satpol PP (Teguh) dan Pemerintahan Desa Bunder. Setelah ada kesepakatan hasil musyawarah terkait tindak pemagaran menggunakan pagar kayu di depan rumah milik Deni dan Novian akhirnya di cabut kembali dilanjutkan dengan penanada tanganan kedua belah pihak di atas matrai dan saksi kemudian berjabat tangan untuk saling minta maaf.(Monna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *