UNPRI Gelar Wisuda Periode IV 2025, LLDikti harapkan Wisudawan Miliki Visi Buka Lapangan Kerja
Medan, Putrabhayangkara
Wisudawan dan wisudawati Universitas Prima Indonesia (UNPRI) saat ini sedang berada di fase ketidak pastian atau istilah lain di sebut VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) sehingga untuk menghadapi tantangan ini para wisudawan/ti harus membuat berbagai rencana dengan niat dan kesungguhan yang tinggi, “Jangan hanya berharap menjadi tenaga kerja, tapi harus memiliki misi untuk membuka lapangan kerja dan semua itu harus di lakukan dengan penuh optimis, dan pantang menyerah ketika berkompetisi,” kata Prof. Saiful saat memberikan sambutan pada wisuda lulusan UNPRI periode IV Tahun 2025, di Kampus Utama UNPRI, Jalan Sampul Medan.
Wisuda berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Diploma 3, Sarjana, Profesi, Magister, hingga Doktor ini di pimpin, Rektor UNPRI Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes.
Hadir di acara itu, Founder UNPRI, Prof. Dr.dr . I Nyoman E. Lister., M.Kes, AIFM, Sp KKLP, Ketua BPH UNPRI, Prof. Dr. Tommy Leonard, SH.,M.Kn, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Prima Indonesia, Dr. Florenly, M.P.H, Ketua Senat UNPRI, para Wakil Rektor, Ketua Lembaga dan Kepala Biro, para Dekan dan orang tua wisudawan/i.
Prof Saiful Anwar Matondang lebih lanjut mengatakan bahwa, UNPRI telah di tunjuk sebagai Pusat Pengembangan Perguruan Tinggi yang berdampak di Bidang Kesehatan dan Kemasyarakatan dan sebagai amanat dari Kemendiktisaintek, dan kurikulum MBKM telah berubah menjadi Perguruan Tinggi Berdampak yang artinya perguruan tinggi tersebut harus ikut membantu masyarakat desa, UMKM, klinik kesehatan serta posyandu, masalah stunting dan segala macam problem yang ada di tengah-tengah masyarakat,”salah satu mentor yang di tunjuk oleh LLDikti Wilayah 1 adalah, Dr. dr. Ali Napiah Nasution, M.K.T., M.K.M., Sp.KKLP khusus bidang kesehatan dan masyarakat yang artinya, UNPRI menjadi pembina dari seluruh prodi kesehatan bagi dosen-dosen yang bertalenta untuk menjadi peneliti yang nantinya di transformasi menjadi produk-produk yang berdampak pada masyarakat,”jelas Prof. Saiful.
Selain itu, lanjut Saiful, LLDikti berupaya selalu memfasilitasi pembukaan program Pendidikan Dokter Spesialis hingga akhirnya UNPRI telah membuka 4 program spesialis,”Dengan begitu, program Pendidikan Dokter Spesialis akan terus berkembang, karena selama ini memang Indonesia memiliki keterbatasan dalam menghasilkan dokter-dokter dengan pendidikan lanjut ke jenjang spesialis, di mana sebelumnya UNPRI telah berhasil membuka program studi Sarjana Kedokteran di PSDKU Pekanbaru dengan lika-liku yang akhirnya bisa terlewati dan ini adalah suatu kebanggaan bagi kita semua,”jelas Kepala LLDikti Wilayah 1 Sumut ini.
Di akhir sambutannya, Saiful mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati dan juga keluarga yang berbahagia. “Mudah-mudahan UNPRI menjadi kampus yang berhasil mencetak lulusan terbanyak yang memberikan kontribusi positif bagi Nusa dan Bangsa,” tutupnya.
Rektor UNPRI, Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes, mengatakan bahwa, dunia saat ini bergerak dengan cepat dan transformasi digital, kecerdasan buatan, big data, serta ekonomi hijau telah mengubah lanskap dunia kerja.
Banyak pekerjaan lama, lanjut Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes, menghilang, tapi pada saat yang sama, muncul ribuan peluang kerja baru, mulai dari bidang teknologi informasi, kesehatan, ekonomi kreatif, sampai bisnis berbasis sosial (socio-technopreneurship),”Dunia kerja tidak lagi hanya mencari lulusan yang pintar secara akademik, tetapi mereka yang adaptif, inovatif, berdaya saing global, serta memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat (lifelong learning) dan tren saat ini menunjukkan tingginya permintaan untuk talenta multidisiplin, yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki soft skills seperti komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan,”jelas Prof Chrismis.
Masih kata rektor, berdasarkan data BPS dan laporan WEF, industri kesehatan, teknologi digital, logistik, pendidikan, agritech, dan keuangan syariah merupakan sektor-sektor yang paling menjanjikan untuk 5–10 tahun ke depan.
Menyikapi hal itu, lanjut Prof Chrismis, Universitas Prima Indonesia terus menyesuaikan diri melalui penguatan kurikulum berbasis outcome, peningkatan kemitraan industri, serta integrasi teknologi dalam pembelajaran,”Kami percaya, lulusan UNPRI memiliki bekal kompetensi dan karakter untuk mengambil bagian dalam peluang tersebut, baik sebagai profesional, pemimpin, wirausahawan, maupun inovator,”jelas Prof. Chrismis.
Rektor juga menegaskan bahwa, UNPRI senantiasa berupaya agar seluruh program pendidikannya selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman serta UNPRI telah aktif dalam berbagai program nasional seperti Kampus Merdeka yang memungkinkan mahasiswa belajar di industri, dunia usaha, dan organisasi sosial kemudian, Matching Fund Kedaireka, sebagai jembatan kolaborasi antara kampus dan mitra industri lalu, KIP Kuliah dan Beasiswa LPDP, untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, ada program transformasi digital dan kampus berkelanjutan, agar lulusan UNPRI siap menjadi pemimpin di era revolusi industri 5.0 dan ekonomi hijau,”Dengan Akreditasi Institusi Unggul yang telah di raih, UNPRI terus membuktikan diri sebagai universitas yang berstandar tinggi dan relevan dengan kebutuhan nasional dan global,”jelas rektor.
Rektor kemudian menitipkan nama baik UNPRI kepada para wisudawan,”kemajuan UNPRI bukanlah semata-mata hasil dari upaya civitas akademikanya saja, melainkan juga karena peran besar para alumnusnya. Keberhasilan dan prestasi alumni inilah yang juga kami yakini menjadikan Universitas Prima Indonesia sebagai tujuan untuk menimba ilmu bagi masyarakat luas, masyarakat membutuhkan kontribusi saudara dalam pemikiran- pemikiran yang berkualitas dan tindakan-tindakan nyata yang beretika tinggi dan dapat di pertanggungjawabkan,”jelas rektor.
Secara terpisah Ketua BPH UNPRI, Prof. Dr. Tommy Leonard, SH.,M.Kn , Rabu (14/05/2025) mengatakan, dengan menyandang gelar yang baru, para wisudawan kini mengemban tanggung jawab baru yang lebih tinggi daripada sebelumnya, untuk bisa berkiprah dan memberikan sumbangsih kepada masyarakat dan bangsa Indonesia,salah satunya adalah, kepedulian terhadap permasalahan Bangsa dan Negara, serta kemajuan Ilmu pengetahuan.
Prof Tommy juga mengatakan bahwa, UNPRI tidak hanya berhenti pada raihan akreditasi perguruan tinggi Unggul, tapi terus melakukan pengembangan lainmya di antaranya membuka Program Studi Diluar Kampus Utama yang berada Kota Pekanbaru, Riau.
(Alexander/Medan)
