Tugu Melebihi Jalan Provinsi: Wasit Tak Tiup Peluit, Pemerintah Mesuji Dapat Kartu Merah?
MESUJI – Di tengah geliat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, pemandangan ganjil justru muncul di Kabupaten Mesuji. Sebuah tugu megah milik Desa Brasan Makmur, Kecamatan Tanjung Raya, berdiri angkuh tak sekadar di tepi jalan, melainkan menjorok hingga memakan badan Jalan Provinsi. Layaknya pemain sepak bola yang jelas-jelas offside namun wasit enggan meniup peluit, keberadaan tugu ini memunculkan pertanyaan serius: siapa yang seharusnya menertibkan pelanggaran ini?
Ironisnya, tugu yang semestinya menjadi simbol estetika dan identitas desa kini justru menjadi penghalang akses dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Bukannya memperindah, bangunan tersebut malah menuai kritik dan menjadi bahan perbincangan publik.
“Ini seperti pemain bola yang jelas offside, tapi wasit malah pura-pura tidak lihat. Harusnya langsung dikartu merah,” keluh seorang warga yang enggan disebut namanya. Sabtu [19/04/25]
Sorotan pun mengarah ke Pemerintah Kabupaten Mesuji yang dinilai lalai dalam pengawasan dan penegakan aturan tata ruang. Fakta bahwa sebuah tugu bisa dibangun melebihi batas jalan provinsi menimbulkan tanda tanya besar soal mekanisme perizinan dan pengawasan teknis.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. Namun desakan publik semakin menguat agar dilakukan evaluasi total terhadap proyek-proyek pembangunan yang menyimpang dari regulasi.
Ini bukan kali pertama Mesuji menjadi sorotan publik. Tapi kali ini, peluit tampaknya harus benar-benar ditiup sebelum masyarakat turun tangan dan meniup peluit lebih keras lagi.
[Tim 007 Lampung]
