Toba Dipoles, Masalah Dibiarkan: Kunjungan Menteri Buka Fakta Mandeknya Pariwisata
TOBA — Jumat 17 April 2026.
Putrabhayangkara.id
Kunjungan Widiyanti Putri Wardhana ke Kabupaten Toba, Jumat (17/4/2026), justru menyingkap persoalan lama yang belum terselesaikan dalam pengembangan kawasan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas. Di tengah penyambutan seremonial di Bukit Singgolom, Bupati Effendi Sintong P. Napitupulu mengakui masih adanya kendala mendasar—mulai dari belum optimalnya peran BPODT hingga belum jelasnya dukungan regulasi yang dibutuhkan untuk mendorong percepatan pembangunan pariwisata.
Alih-alih membawa terobosan konkret, pertemuan tersebut justru mempertegas bahwa pengembangan Toba masih berkutat pada koordinasi yang lemah, program yang berjalan parsial, serta gagasan lama seperti wisata rohani berbasis situs Ludwig Ingwer Nommensen yang belum juga beranjak dari tahap wacana.
Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan, lambannya realisasi program strategis di kawasan Danau Toba tidak hanya disebabkan faktor teknis, tetapi juga tarik-menarik kewenangan antara pemerintah pusat, otorita, dan daerah. Kondisi ini membuat berbagai rencana besar kerap berhenti di tahap perencanaan tanpa eksekusi yang terukur.
Tanpa langkah korektif yang tegas pasca kunjungan ini, Toba berisiko terus terjebak dalam pola lama: gencar dipromosikan sebagai destinasi unggulan, namun berjalan tanpa arah eksekusi yang pasti.
Diterbitkan : Media Putra Bhayangkara ID. ( Jonaer Silaban )
