Tim Gabungan Bergerak Tangani 44 Titik Hotspot Di Wilayah Pauh, Luas Karhutla Capai 10,2 Hektare
Sarolangun Jambi (Mpb)- — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan di wilayah Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun. Menindaklanjuti informasi titik panas (hotspot) dari BMKG, personel gabungan bergerak melakukan ground check, pemadaman, serta pendinginan di sejumlah desa, Sabtu (19/9/2026).
Berdasarkan laporan Koramil 420-03/Pauh/Kodim 0420/Sarko, terdapat 44 titik koordinat hotspot yang tersebar di Desa Karang Mendapo, Semurung, Lubuk Kepayang, Baru, Mandiangin, Rangkiling Simpang, Guruh Baru, dan Sungai Butang.
Dari keseluruhan titik yang terdeteksi, konsentrasi hotspot paling banyak berada di wilayah Desa Guruh Baru, dengan 17 titik koordinat. Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus melakukan penanganan terhadap titik api yang masih menyala.
Kegiatan tersebut melibatkan 32 personel, terdiri dari 8 personel TNI, 1 personel Polri, 3 personel Manggala Agni, 19 masyarakat, dan 1 personel Masyarakat Peduli Api (MPA).
Dalam pelaksanaan di lapangan, petugas menggunakan delapan kendaraan roda dua Babinsa serta peralatan pemadam yang tersedia, termasuk tangki semprot air milik masyarakat, satu unit alkon kecil dan selang. Warga juga turut mendukung dengan mesin Robin, selang hisap, selang buang, nozle, serta kendaraan roda dua dan roda empat,
Sinergi aparat dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat penanganan karhutla.
Petugas melakukan koordinasi dengan unsur terkait, mendatangi titik-titik api, melakukan pemadaman terhadap bara yang masih menyala, serta melaksanakan pendinginan guna mencegah api kembali muncul.
Namun, upaya pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Kondisi akses jalan yang sulit dilalui karena semak belukar serta lokasi sumber air yang cukup jauh dari titik hotspot membuat proses penanganan membutuhkan waktu dan tenaga lebih.
Karhutla yang ditangani berada pada lahan dengan karakteristik mineral dan gambut, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±10,2 hektare. Lahan tersebut merupakan milik masyarakat, sementara penyebab kebakaran hingga saat ini masih belum diketahui.
Dari hasil penanganan, api berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi tersisa asap. Personel juga melakukan pengumpulan data serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar lokasi agar meningkatkan kewaspadaan dan mencegah terjadinya kebakaran susulan.
Penanganan ini menjadi bagian dari langkah bersama dalam mengantisipasi meluasnya karhutla di Kabupaten Sarolangun. Kolaborasi antara TNI, Polri, Manggala Agni, MPA, dan masyarakat terus diperkuat untuk memastikan setiap indikasi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti.
(Mcdim Sarko).
Mpb Detektif coid (SUKIRMAN).
