Tim Dayung Kabupaten Padang Pariaman Raih 1 perunggu 2 Perak Pada Porprov XVI Sumbar
Kota Padang, putra bhayangkara.id.
Kontingen Kabupaten Padang Pariaman, Propinsi Sumatera Barat, berupaya keras berjuang di cabang olahraga dayung Porprov XVI Sumatera Barat, dengan raihan medali. Atlet Paddle Putri, Mufidatul Assyfa, berhasil merebut medali perunggu nomor 1.000 meter.
Pada pertandingan berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB di Kota Padang, yang menjadi tuan rumah cabang olahraga dayung, Mufidatul tampil penuh semangat dan berhasil mengamankan posisi ketiga pada nomor yang dipertandingkan.
Ditempat kegiatan, Ketua Cabor Dayung Kabupaten Padang Pariaman, Marzanuddin, menyampaikan rasa syukur atas capaian tim dayung. Capaian itu, menurutnya, medali perunggu yang diraih Mufidatul menjadi hasil awal yang penting sekaligus motivasi bagi tim untuk menghadapi nomor pertandingan berikutnya.
«“Alhamdulillah, peserta awal kita sudah mampu menambah medali perunggu. Di nomor berikutnya, kami atas nama Cabor Dayung akan mengoptimalkan perjuangan untuk menambah medali, ujar ketua Cabor Marzanuddin, pada 11/ 10/2026.
Marzanuddin, menjelaskan lagi bahwa target untuk penambahan medali membutuhkan kerja bersama. Kekompakan atlet, pelatih, pengurus, serta dukungan pembinaan menjadi modal penting menghadapi persaingan pada nomor-nomor selanjutnya.
Dan ia pun menilai kolaborasi tersebut penting untuk melahirkan generasi atlet yang mampu melanjutkan prestasi olahraga Padang Pariaman di masa mendatang.
«“Berkat kolaborasi yang solid, kita memiliki generasi penerus Padang Pariaman yang terbaik untuk ke depannya,” katanya.»
Dalam perjalanan pembinaan tersebut, capaian Cabor Dayung juga tidak terlepas dari kontribusi yang signifikan Ketua Umum KONI Kabupaten Padang Pariaman, Asmadi, S.IP., bersama jajaran. Dukungan dan perhatian terhadap pembinaan atlet menjadi bagian dari upaya mendorong para atlet Padang Pariaman tampil maksimal pada Porprov XVI Sumbar.
Mufidatul sendiri merupakan siswi SMA Negeri 1 Padang Sago kelas XII jurusan IPA. Prestasinya menjadi catatan positif bagi pembinaan atlet pelajar, sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda Padang Pariaman memiliki potensi untuk bersaing di tingkat provinsi.
Raihan perunggu tersebut menjadi tambahan motivasi bagi kontingen Padang Pariaman yang masih memiliki sejumlah nomor pertandingan.
Satu medali telah diamankan, tetapi perjuangan belum selesai. Cabor Dayung Padang Pariaman masih dituntut menjaga konsistensi, kekompakan, dan semangat bertanding untuk membuka peluang meraih medali berikutnya.
Meraih medali pertama bukan alasan untuk berpuas diri. Justru, capaian Mufidatul menjadi pemicu untuk terus bekerja keras dan memberikan hasil terbaik bagi daerah.( Leo ).
