November 5, 2026

Tekan Inflasi Jelang Nataru, Pemkab Toba Salurkan 2,2 Ton Benih Bawang Merah kepada 14 Kelompok Tani

IMG-20261103-WA0055

 

TOBA – Selasa 03 Nopember 2026. putrabhayagkara.id

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menyalurkan bantuan sebanyak 2,2 ton benih bawang merah kepada 14 kelompok tani (Poktan) yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Toba, Selasa (3/11/2026).

Penyaluran bantuan yang berlangsung di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Toba tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi komoditas pangan lokal, menjaga ketersediaan pasokan, serta mengantisipasi potensi kenaikan harga bawang merah menjelang hari besar keagamaan nasional.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede, menjelaskan bahwa bantuan benih bawang merah tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Toba Tahun Anggaran 2026.

Bantuan diberikan berdasarkan luas lahan yang diajukan masing-masing kelompok tani melalui proposal, dengan alokasi sekitar 150 hingga 200 kilogram benih per kelompok tani.

Lena berharap bantuan tersebut tidak sekadar diterima, tetapi benar-benar dimanfaatkan melalui kegiatan penanaman secara optimal agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan hasil produksi pertanian masyarakat.

Menurutnya, bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Toba.

“Bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan kita. Harapan kami, bantuan ini benar-benar ditanam dan dimanfaatkan sehingga ke depan kebutuhan benih dapat dipenuhi dari petani lokal,” ujar Lena.

Pengendalian Inflasi Harus Dimulai dari Produksi Pangan Lokal

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdakab Toba, Samuel Lumbanraja, menegaskan bahwa penyaluran benih bawang merah tersebut merupakan bagian dari rencana aksi pengendalian inflasi daerah.

Ia menjelaskan, bawang merah menjadi salah satu komoditas pangan yang turut memberikan kontribusi terhadap pergerakan inflasi di Kabupaten Toba.

Karena itu, peningkatan produksi melalui pemberdayaan kelompok tani dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan pasokan di pasar sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Samuel juga mengharapkan seluruh kelompok tani penerima bantuan segera melakukan penanaman agar hasil panen dapat tersedia sesuai kebutuhan pasar, khususnya menjelang hari besar keagamaan, termasuk Natal dan Tahun Baru hingga Lebaran.

Pemkab Toba Siapkan Dukungan Pemasaran Hasil Panen

Tidak hanya memberikan bantuan benih, Pemkab Toba juga berupaya memastikan hasil produksi petani memiliki kepastian pasar.

Melalui program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), pemerintah daerah membuka peluang dukungan pemasaran bagi petani yang menghadapi kendala dalam menjual hasil panennya.

Dukungan tersebut dilakukan melalui program klaster kemitraan dengan mencarikan offtaker atau pihak penyerap hasil produksi pertanian. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan fasilitas angkutan untuk membantu membawa hasil panen menuju lokasi penampungan.

Langkah ini menjadi penting karena peningkatan produksi pertanian harus diikuti dengan sistem pemasaran yang baik. Tanpa kepastian pasar dan distribusi, peningkatan hasil panen belum tentu memberikan keuntungan maksimal bagi petani.

Tujuh Kecamatan Jadi Sasaran Program

Sebanyak 14 kelompok tani yang menerima bantuan benih bawang merah tersebut berasal dari tujuh kecamatan, yakni:

* Kecamatan Balige.

* Kecamatan Parmaksian.

* Kecamatan Porsea.

* Kecamatan Sigumpar.

* Kecamatan Tampahan.

* Kecamatan Silaen.

* Kecamatan Laguboti.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Toba, Pintor Napitupulu.

Kupas Tuntas: Jangan Berhenti pada Penyaluran Bantuan

Program bantuan 2,2 ton benih bawang merah ini merupakan langkah positif Pemkab Toba dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah benih yang disalurkan atau banyaknya kelompok tani yang menerima bantuan.

Ada beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah ke depan, yaitu memastikan benih benar-benar ditanam, melakukan pendampingan teknis kepada petani, mengawasi perkembangan tanaman, serta menjamin tersedianya pasar ketika masa panen tiba.

Selain itu, ketepatan waktu tanam dan kesesuaian masa panen dengan kebutuhan pasar juga menjadi faktor penting agar produksi bawang merah dapat memberikan manfaat ekonomi secara maksimal.

Pada akhirnya, pengendalian inflasi tidak hanya berbicara tentang menjaga harga di pasar, tetapi juga bagaimana pemerintah membangun kekuatan produksi pangan dari desa.

Apabila program ini dilaksanakan secara berkelanjutan, Kabupaten Toba berpeluang memperkuat kemandirian pangan, melahirkan penangkar benih lokal, meningkatkan pendapatan petani, serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bawang merah dari luar daerah.

Dengan demikian, bantuan benih bawang merah ini diharapkan menjadi awal penguatan ekosistem pertanian lokal, bukan sekadar program bantuan yang selesai setelah penyerahan dilakukan.

Oleh: Jonaer Silaban S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *