September 26, 2026

Tapanuli Utara Dapat Program Optimasi Lahan 1.550 Hektar, Bupati Minta Percepatan Irigasi dan Mekanisasi Pertanian

Tarutung – Selasa 08 Juli 2025

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus memperkuat komitmen menuju swasembada pangan nasional. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), Dr. Herliana Harahap, SP, M.Si, yang disambut langsung oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si, M.Si bersama Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng, di ruang kerja Bupati, Tarutung, Selasa (8/7/2025).

Dalam audiensi tersebut, Dr. Herliana menyampaikan bahwa Kabupaten Tapanuli Utara pada Tahun Anggaran 2025 mendapatkan alokasi program Optimasi Lahan (Oplah) Non Rawa seluas 1.550 hektar, dengan fokus pada pengembangan komoditas padi gogo.

Program strategis ini mencakup kegiatan konservasi tanah dan air, instalasi unit pompa air, perbaikan pengairan, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta penyediaan sarana produksi. Polbangtan, menurut Dr. Herliana, tidak hanya bertanggung jawab pada pendidikan vokasi pertanian, tetapi juga aktif sebagai pelaksana langsung program peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di lapangan.

“Peningkatan areal tanam dan produktivitas padi gogo maupun padi sawah menjadi prioritas. Tapanuli Utara punya potensi besar, dan kami ingin ini menjadi contoh baik,” ujar Dr. Herliana.

Bupati Jonius Taripar Hutabarat menyambut baik program tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat melalui Polbangtan. Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa dukungan infrastruktur menjadi kunci sukses program ini.

“Kami sangat berharap Kementerian Pertanian melalui Polbangtan dapat turut mendorong percepatan perbaikan jaringan irigasi — baik primer, sekunder, hingga tersier. Demikian juga dengan penyediaan alsintan untuk mendukung percepatan mekanisasi pertanian,” tegas Bupati.

Wakil Bupati Deni Parlindungan menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten akan segera menyiapkan langkah-langkah pendukung, termasuk pembentukan tim teknis untuk mendampingi implementasi program Oplah agar pelaksanaannya optimal.

Setelah audiensi, Direktur Polbangtan bersama rombongan didampingi Kadis Pertanian Taput, S.E.Y. Pasaribu, langsung melakukan kunjungan lapangan ke lokasi Aek Siborgung di Kecamatan Tarutung. Lokasi ini diproyeksikan sebagai area pelaksanaan Indeks Pertanaman (IP) 2 atau dua kali tanam per tahun.

Namun di lapangan, kondisi Aek Siborgung dilaporkan mengalami kerusakan parah pada saluran irigasi dan membutuhkan penanganan mendesak. Pemerintah Kabupaten berharap adanya tindak lanjut cepat agar lokasi tersebut dapat berfungsi maksimal sebagai percontohan IP 2 di wilayah Tapanuli Utara.

“Kami ingin tahun ini menjadi titik balik. Tapi kami butuh dukungan yang konkret, bukan hanya di atas kertas,” pungkas Bupati.

Dengan pelibatan langsung Polbangtan dan dukungan pemerintah pusat, Kabupaten Tapanuli Utara kini berpeluang besar menjadi wilayah model swasembada pangan berbasis padi gogo di wilayah pegunungan Sumatera Utara, asalkan sinergi pusat dan daerah terus dijaga secara konsisten dan responsif terhadap dinamika lapangan.

Reporter: Frish. H. Silaban
Editor: Media Putra Bhayangkara (MPB)
Tanggal Publikasi: 8 Juli 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *