September 25, 2026

Sinergi TNI-Polri Berhasil Kuasai Markas Gangguan Keamanan di Nabire

IMG-20260302-WA0062

Media Putra Bhayangkara.id, ​NABIRE (Papua Tengah) – Stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah kembali menunjukkan tren positif. Melalui operasi terukur pada Minggu (1/3), sinergi solid antara TNI dan Polri berhasil melumpuhkan pusat gangguan keamanan di kawasan Kali Nabarua, Distrik Nabire. Langkah ini memastikan situasi wilayah kini berada dalam kendali penuh aparat keamanan.

​Operasi dengan presisi tinggi ini dilakukan untuk memutus rantai gangguan keamanan yang dipimpin oleh oknum berinisial AK. Berdasarkan pantauan intelijen, gerak cepat aparat gabungan berhasil mengidentifikasi pergerakan kelompok tersebut sebelum mereka sempat melancarkan aksi yang lebih luas.

​Meski sempat terjadi kontak senjata di lokasi, profesionalisme personel di lapangan membuat keadaan berhasil dikuasai sepenuhnya. Dalam penggeledahan di markas tersebut, aparat berhasil menyita sejumlah aset signifikan yang berpotensi mengancam keselamatan publik, antara lain:
​Amunisi: 561 butir peluru dan 10 magazen.
​Alat Komunikasi: 12 unit ponsel dan 5 unit handy talky (HT).
​Barang Bukti Lain: Uang tunai senilai puluhan juta rupiah.

​Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Gustav Urbinas, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh personel yang bertindak cepat dan terukur di lapangan.
​Sementara itu, terkait adanya satu personel TNI yang mengalami luka akibat rekoset peluru, Wakil Panglima Operasi Habema,

Brigjen TNI Riyanto, memastikan bahwa korban telah ditangani secara medis.
​”Anggota tersebut telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan intensif. Saat ini kondisinya sudah stabil dan normal,” ujar Brigjen TNI Riyanto.

​Pasca-operasi, situasi di Nabire terpantau aman dan kondusif. Aparat TNI-Polri kini meningkatkan patroli rutin guna menjamin warga dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir.

​Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat Papua Tengah, sekaligus memastikan program pembangunan daerah dapat berjalan dalam suasana damai dan harmonis.
(MPB/Kord/PT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *