Sidang Putusan Perkara CKC Berjalan Aman, Kapolres Nabire Apresiasi Kolaborasi 365 Personel dan Stakeholder
NABIRE, Putrabhayangkara.id – Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan rangkaian persidangan perkara kematian CKC di Pengadilan Negeri Nabire.
Menurut Kapolres, seluruh rangkaian persidangan sejak agenda pertama 28 Agustus hingga sidang putusan pada 4 September 2026 secara umum berjalan aman dan terkendali.
“Puji Tuhan, Alhamdulillah seluruh rangkaian sidang berjalan aman dan terkendali,” ujar AKBP Samuel Dominggus Tatiratu.
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan pada puncak rangkaian persidangan, Polres Nabire mengerahkan 365 personel gabungan. Personel tersebut terdiri atas anggota BKO Brimob Batalyon A, personel Polda Papua Tengah yang dipimpin Kabagdalops Biro Ops Polda Papua Tengah, serta personel Polres Nabire beserta staf dan jajaran.
Kapolres menilai situasi keamanan selama persidangan dapat terjaga berkat kerja sama dan komunikasi yang baik antara aparat keamanan dengan para pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Nabire, Pengadilan Negeri Nabire beserta jajaran hakim dan staf, Kejaksaan Negeri Nabire, aparat keamanan, serta pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKT).
“Pada prinsipnya agenda sidang pertama sampai dengan sidang ketujuh dapat berjalan dengan baik berkat kerja sama yang baik antara seluruh stakeholder terkait,” katanya.
Kapolres juga mengapresiasi peran pengurus IKT yang dinilai ikut mengambil bagian dalam menjaga situasi tetap aman selama proses persidangan berlangsung.
Menurutnya, masing-masing pihak telah menjalankan tugas dan perannya sehingga berbagai potensi gangguan keamanan yang sebelumnya dikhawatirkan tidak berkembang menjadi situasi yang lebih besar.
Meski demikian, Kapolres mengakui sempat terjadi beberapa insiden kecil berupa aksi pelemparan pada awal rangkaian persidangan. Namun, insiden tersebut tidak mengganggu keseluruhan proses persidangan hingga agenda putusan.
“Memang ada satu-dua insiden kecil berupa pelemparan yang terjadi di awal persidangan. Namun sampai hari ini, bahkan sampai putusan, semuanya berjalan dengan baik,” jelasnya.
Dua Orang Diamankan
Terkait situasi keamanan, Kapolres juga menyampaikan bahwa aparat sebelumnya mengamankan sekitar dua orang yang diduga terlibat dalam insiden selama rangkaian persidangan.
Ia menegaskan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi hukum sehingga masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga ketertiban selama proses hukum berlangsung.
“Setiap perbuatan kita ada konsekuensi yang mengikat. Karena itu, ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.
Kapolres mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan pengurus IKT, termasuk Ruben Tandi, terkait persoalan tersebut. Selanjutnya, komunikasi akan dilakukan bersama Ketua IKT untuk membahas langkah penanganan secara bersama-sama.
“Kalau memang nanti bisa dibantu, kami akan bantu. Kiranya hal seperti ini tidak perlu terulang lagi,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Kapolres Nabire menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan stakeholder yang telah berpartisipasi dalam menjaga keamanan selama rangkaian persidangan perkara CKC.
Ia berharap semangat kolaborasi dan komunikasi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Nabire.
“Terima kasih kepada kita semua yang sudah berpartisipasi dalam pelayanan pengamanan ini. Semoga Tuhan memberkati kita sekalian dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing,” pungkasnya.
MPB ABIRAYANTI
