Sengketa Tanah di Tolikara Picu Aksi Saling Serang Dua Kelompok Massa, Polres Tolikara Turun Tangan dan Jadwalkan Mediasi
Tolikara, Papua Pegunungan, MPB — Aksi saling serang antara dua kelompok masyarakat terjadi di kawasan perkantoran pemerintah daerah Kabupaten Tolikara, Pertikaian melibatkan massa dari Distrik Igari dan massa dari Desa Lira, Distrik Nelawi, yang dipicu sengketa kepemilikan sebidang tanah di bawah kediaman Wakil Bupati Tolikara. Sabtu (7/3/2026).
Insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 11.30 WIT hingga 14.37 WIT sebelum akhirnya berhasil diredam oleh aparat kepolisian bersama tokoh masyarakat dan pemerintah daerah.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, situasi mulai memanas sekitar pukul 10.00 WIT ketika sekelompok massa dari Distrik Igari yang dikoordinir oleh Reky Weya berkumpul di sekitar lokasi tanah sengketa. Mereka berencana meratakan lahan menggunakan alat berat sebagai langkah awal pembangunan perumahan di area tersebut.
Sekitar 20 menit kemudian, massa dari Desa Lira Distrik Nelawi yang dipimpin Kepala Desa Bundiur Jikwa datang ke lokasi. Mereka berupaya mencegah penggunaan alat berat karena mengklaim tanah tersebut merupakan milik masyarakat Desa Lira.
Mengetahui adanya potensi konflik, aparat kepolisian dari Polsek Karubaga yang dipimpin Kanit Intelkam Bripka Simon Worabai bersama anggota Intelkam Polres Tolikara Brigpol Eduard Oropa mendatangi lokasi sekitar pukul 10.30 WIT untuk melakukan pendekatan persuasif kepada massa.
Dalam imbauannya, Bripka Simon Worabai meminta kedua pihak menahan diri dan menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum.
“Kami dari pihak kepolisian meminta kepada saudara-saudara sekalian untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Persoalan ini sebaiknya dilaporkan ke Polres Tolikara agar dapat diselesaikan secara baik dan aman tanpa aksi saling serang,” ujar Bripka Simon Worabai di hadapan massa.
Setelah menyampaikan imbauan tersebut, petugas kembali ke Mako Polsek Karubaga untuk melaporkan situasi kepada pimpinan.
Namun sekitar pukul 11.20 WIT, massa dari Distrik Igari kembali mengarahkan operator alat berat untuk mulai meratakan tanah. Hal tersebut memicu reaksi dari massa Desa Lira yang berusaha menghentikan kegiatan tersebut. Ketegangan pun meningkat hingga berujung aksi saling serang antara kedua kelompok sekitar pukul 11.25 WIT.
Aparat dan Tokoh Masyarakat Turun Tangan
Mendapat laporan mengenai bentrokan tersebut, personel Patroli Siaga Regu III Polres Tolikara yang dipimpin Kasat Narkoba IPDA M. Suryanto segera bergerak menuju lokasi.
Sekitar pukul 12.24 WIT, aparat kepolisian bersama Satpol PP serta tokoh agama berhasil melerai kedua kelompok dan menenangkan situasi di lokasi kejadian.
Setelah situasi terkendali, aparat kemudian melakukan komunikasi dan pendekatan kepada kedua pihak untuk mencari jalan keluar dari sengketa tersebut.
Dalam pertemuan yang berlangsung hingga sekitar pukul 14.30 WIT, kedua kelompok akhirnya sepakat untuk menyelesaikan sengketa melalui jalur mediasi resmi.
“Kedua pihak menyatakan bersedia menahan diri dan tidak melakukan aksi lanjutan. Permasalahan ini akan dimediasi di Polres Tolikara dengan menghadirkan Wakil Bupati Tolikara pada Senin, 9 Maret 2026,” kata IPDA M. Suryanto.
Situasi di lokasi dilaporkan kembali aman dan kondusif sekitar pukul 14.37 WIT setelah aparat memastikan massa dari kedua kubu membubarkan diri.
Dari hasil penelusuran sementara, konflik tersebut dipicu klaim kepemilikan atas tanah yang sama oleh kedua kelompok. Menariknya, kedua kubu diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan.
Diduga sengketa terjadi karena belum adanya pembicaraan dan kesepakatan keluarga terkait rencana pembangunan perumahan di lahan tersebut.
Aparat kepolisian berharap mediasi yang akan dilakukan dapat menghasilkan solusi damai dan mencegah konflik serupa terulang kembali di wilayah tersebut.
“Kami berharap semua pihak menahan diri dan menghormati proses mediasi yang akan dilakukan. Penyelesaian secara kekeluargaan dan hukum adalah langkah terbaik untuk menjaga keamanan bersama,” tambah IPDA M. Suryanto.
Hingga berita ini diturunkan, situasi keamanan di wilayah Distrik Igari dan Distrik Nelawi dilaporkan dalam keadaan aman dengan aparat tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi.
Penulis : Ardi
