September 28, 2026

Semangat Kemerdekaan Ke 81, Maria Lestari Dorong UMKM Kalbar Miliki NIB dan Sertifikasi Halal dan Bagikan Bendera Merah Putih

IMG-20260810-WA0044

 

PONTIANAK — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimanfaatkan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Barat I, Maria Lestari, kuntuk turun langsung melihat kondisi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lapangan.senin sore,(10/8)

Maria menilai masih banyak pelaku UMKM di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak, yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) maupun sertifikasi produk halal. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena legalitas usaha dinilai penting untuk membuka peluang pengembangan dan mendapatkan dukungan program pemerintah.

“Dalam rangka 17 Agustus ini saya turun ke lapangan melihat langsung UMKM kita. Banyak UMKM yang belum memiliki NIB dan produk halalnya juga belum ada,” ujar Maria.

Menurutnya, jumlah pelaku UMKM yang belum memiliki legalitas usaha di Pontianak masih cukup besar. Karena itu, ia mendorong agar para pelaku UMKM segera didata dan dibantu dalam proses pendaftaran NIB.

Maria mengatakan, NIB menjadi salah satu instrumen penting agar usaha masyarakat tercatat secara resmi dan lebih mudah mendapatkan akses terhadap berbagai program pemerintah.

“Biasanya kita melakukan sosialisasi untuk para UMKM supaya mereka memiliki NIB. Dengan begitu usahanya terdaftar di kementerian. Kalau nanti ada bantuan dari pemerintah, bisa terlihat UMKM-nya berjalan atau tidak,” jelasnya.

Sebagai anggota Komisi VII DPR RI, Maria juga berharap sektor UMKM di Kalimantan Barat semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia optimistis UMKM Kalbar memiliki prospek yang semakin cerah, terlebih dengan adanya perhatian pemerintah terhadap pengembangan sektor usaha masyarakat.

Menurut Maria, pelaku UMKM tidak boleh hanya mengandalkan cara pemasaran konvensional. Perkembangan teknologi dan media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana memperluas pasar.

“Produk lokal kita tidak boleh menutup mata dengan perkembangan zaman. Kita harus siap membuka diri dengan media sosial. Setiap pelaku usaha harus mengenal media sosial,” katanya.

Maria menilai pemanfaatan media sosial dapat membantu pelaku UMKM mempromosikan produknya tidak hanya di lingkungan sekitar, tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kalau kita punya produk yang akan dipasarkan, kita bisa menjual dan mempromosikannya melalui media sosial. Kita bisa jauh melangkah kalau mengenal media sosial,” tambahnya.

Bagikan Bendera Merah Putih

Selain mendorong penguatan UMKM, Maria juga mengajak masyarakat untuk memaknai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan semangat persatuan dan bela negara.

Dalam setiap kegiatan sosialisasinya, ia mengaku kerap membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat sebelum meninggalkan lokasi kegiatan.

“Sebelum pulang saya biasanya memberikan bendera, supaya kita ingat perjuangan para pahlawan pada 17 Agustus. Peringatan kemerdekaan ini adalah pengingat perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia,” tuturnya.

Ia mengajak masyarakat, khususnya pelaku UMKM, untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita harus kompak, mempersatukan diri dengan NKRI. Kita harus punya sikap bela negara, termasuk melalui UMKM kita,” tegas Maria.

Maria berharap UMKM di Kalimantan Barat tidak hanya menjadi penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu mengangkat produk-produk lokal hingga dikenal lebih luas.

Dengan legalitas usaha yang semakin baik, produk bersertifikat halal, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital, ia optimistis UMKM Kalbar dapat tumbuh lebih kuat dan berdaya saing.

“Harapan kita UMKM ke depan semakin sejahtera dan produk lokal Kalimantan Barat bisa semakin dikenal,” pungkasnya.(Sabirin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *