September 25, 2026

Rutan Kelas IIB Balige Ciptakan Terobosan: Panen Ratusan Telur Burung Puyuh untuk Ketahanan Pangan

Balige, 15 Januari 2025

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige di bawah Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui program pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rutan ini berhasil memanen ratusan butir telur burung puyuh dari hasil budidaya yang dilakukan di lingkungan rutan.

Kegiatan panen ini berlangsung di sarana peternakan burung puyuh, dengan dihadiri oleh Kepala Rutan Balige, David Nicolas, pejabat struktural, petugas pengamanan, serta WBP. Dalam sambutannya, Karutan David Nicolas menjelaskan bahwa program pembudidayaan burung puyuh adalah salah satu dari berbagai langkah inovatif yang dirancang untuk memberikan pembinaan kemandirian bagi WBP.

“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan mendapatkan keterampilan yang berguna sebagai bekal mereka setelah bebas nanti. Selain itu, program ini juga menjadi kontribusi nyata Rutan Balige terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar David Nicolas.

Fokus pada Pembinaan dan Ketahanan Pangan:

Program budidaya burung puyuh tidak hanya memberikan pelatihan teknis kepada WBP, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kemandirian dan tanggung jawab. Melalui program ini, para WBP diajarkan bagaimana memulai usaha peternakan, mulai dari perawatan burung puyuh, pengelolaan pakan, hingga pengemasan hasil panen.

Selain berdampak positif terhadap keterampilan WBP, hasil panen seperti telur burung puyuh ini dapat menjadi sumber protein alternatif yang mendukung kebutuhan pangan masyarakat luas.

Kolaborasi dan Sinergi:

Rutan Kelas IIB Balige menunjukkan bagaimana sebuah lembaga pemasyarakatan dapat bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan dan pelatihan. Dengan pendekatan Kolaboratif, Edukatif, Responsif, Amanah, dan Sinergi (KERAS), Rutan ini menciptakan suasana positif yang tidak hanya mendidik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Kami yakin program seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi lembaga pemasyarakatan lainnya. Kolaborasi antara petugas, WBP, dan pihak eksternal adalah kunci untuk mewujudkan hasil yang maksimal,” tambah David Nicolas.

Melalui langkah-langkah nyata seperti budidaya burung puyuh, Rutan Kelas IIB Balige telah membuktikan bahwa pembinaan kemandirian tidak hanya sebatas teori. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan dapat memainkan peran strategis dalam pembangunan bangsa, termasuk dalam mendukung ketahanan pangan.

Media Putra Bhayangkara
Penulis: Frish H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *