September 25, 2026

RSUD Tarutung Perkuat Budaya Keselamatan melalui Apel Pagi dan Sosialisasi Manajemen Fasilitas bagi Mahasiswa Praktik dan Dokter Muda

IMG-20260805-WA0031

TARUTUNG, Rabu 05 Agustus 2026. PUTRABHAYANGKARA.ID

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung terus memperkuat budaya keselamatan dan kualitas pelayanan kesehatan dengan menggelar Apel Pagi yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK). Kegiatan tersebut diikuti seluruh pegawai rumah sakit, mahasiswa praktik, dokter muda, dan dokter internship yang sedang menjalani praktik di RSUD Tarutung.

Apel pagi dipimpin oleh Kepala Bagian Umum RSUD Tarutung, Naomi Feronika Aritonang, S.Tr.Keb, sebagai bagian dari upaya meningkatkan disiplin, koordinasi, serta membangun semangat seluruh sumber daya manusia rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, dan berorientasi kepada keselamatan pasien.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) yang diikuti mahasiswa Akademi Keperawatan Tapanuli Utara, mahasiswa Akademi Kebidanan Poltekkes Kemenkes Medan yang sedang menjalani praktik lapangan, serta dokter muda dan dokter internship di lingkungan RSUD Tarutung.

Dalam sambutannya selaku Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Manajemen Fasilitas dan Keselamatan, Naomi Feronika Aritonang menegaskan bahwa penerapan MFK bukan hanya menjadi tanggung jawab pegawai rumah sakit, melainkan seluruh pihak yang beraktivitas di lingkungan RSUD Tarutung.

Menurutnya, mahasiswa praktik, dokter muda, dokter internship, tenaga pendidik, maupun pihak lainnya wajib memahami dan mematuhi seluruh ketentuan keselamatan yang berlaku selama berada di lingkungan rumah sakit.

Ia menjelaskan, budaya keselamatan harus ditanamkan sejak dini melalui pemahaman terhadap potensi risiko di lingkungan kerja, pengenalan jalur evakuasi dan titik kumpul, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar, menjaga keamanan fasilitas rumah sakit, hingga memahami prosedur penanganan keadaan darurat seperti kebakaran, bencana, maupun insiden lainnya.

“Dengan pemahaman tersebut, diharapkan seluruh peserta mampu melaksanakan kegiatan praktik secara aman, tertib, dan ikut menciptakan lingkungan rumah sakit yang nyaman bagi pasien, pengunjung, maupun tenaga kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Anisa Sianipar selaku narasumber menyampaikan materi mengenai penerapan Manajemen Fasilitas dan Keselamatan di rumah sakit. Materi yang diberikan mencakup keselamatan dan kesehatan kerja, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, pengelolaan risiko, serta peran aktif setiap individu dalam menjaga keamanan dan keselamatan selama berada di lingkungan RSUD Tarutung.

Melalui kegiatan ini, RSUD Tarutung menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya keselamatan yang kuat sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Dengan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pegawai hingga peserta didik di bidang kesehatan, diharapkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat semakin profesional, berkualitas, serta mengedepankan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.

(Frish. H. Silaban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *