RSUD Doloksanggul Tingkatkan Kompetensi Perawat Melalui Sharing Session BTCLS, Perkuat Kesiapsiagaan Penanganan Gawat Darurat
Humbang Hasundutan – Kamis 09 Juli 2026. Putrabhayangkara.id
Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terus diwujudkan RSUD Doloksanggul melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keperawatan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyelenggarakan Sharing Session Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan perawat dalam menangani kondisi kegawatdaruratan secara cepat, tepat, dan profesional.
Kegiatan yang digelar di lingkungan RSUD Doloksanggul tersebut menghadirkan tim Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan BTCLS. Para peserta memperoleh pembaruan pengetahuan sekaligus berbagi pengalaman mengenai penanganan pasien gawat darurat berdasarkan standar pelayanan yang berlaku.
Sharing session ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menciptakan tenaga keperawatan yang memiliki kompetensi mumpuni, sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Direktur RSUD Doloksanggul, dr. Lusiana Sihombing, MKM, turut menghadiri kegiatan tersebut didampingi Kepala Bidang Keperawatan, Kepala Seksi Keperawatan, serta Kepala Seksi Mutu Keperawatan. Kehadiran jajaran manajemen menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan kompetensi tenaga kesehatan melalui pembelajaran berkelanjutan.
Dalam arahannya, Direktur RSUD Doloksanggul menyampaikan apresiasi kepada tim IGD yang telah bersedia membagikan ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pelatihan BTCLS kepada rekan-rekan perawat di lingkungan rumah sakit.
Menurutnya, kegiatan berbagi pengetahuan seperti ini merupakan salah satu strategi efektif untuk menyamakan pemahaman sekaligus meningkatkan kemampuan seluruh tenaga keperawatan dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan.
“Kompetensi tenaga kesehatan harus terus ditingkatkan melalui proses belajar yang berkelanjutan. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang selalu diperbarui, pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik, profesional, dan mengutamakan keselamatan pasien,” ungkap Direktur.
Materi yang disampaikan dalam sharing session meliputi berbagai aspek penting penanganan kegawatdaruratan dasar, mulai dari Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS), resusitasi jantung paru (RJP), penanganan awal pasien trauma, hingga pentingnya koordinasi dan kerja sama tim dalam situasi darurat.
Para peserta juga diajak berdiskusi mengenai berbagai pengalaman penanganan kasus di lapangan sehingga materi yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif sesuai dengan kondisi pelayanan di rumah sakit.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para perawat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta memperdalam pemahaman mengenai prosedur penanganan pasien gawat darurat sesuai standar operasional yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh tenaga keperawatan di RSUD Doloksanggul memiliki kemampuan yang semakin baik dalam melakukan tindakan awal terhadap pasien dengan kondisi kritis, sehingga dapat meminimalkan risiko serta meningkatkan peluang keselamatan pasien.
Selain meningkatkan keterampilan individu, sharing session juga diharapkan mampu memperkuat budaya kerja kolaboratif antarprofesi di lingkungan rumah sakit. Sinergi yang baik antar tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan aman bagi masyarakat.
RSUD Doloksanggul menegaskan komitmennya untuk terus mendorong berbagai program peningkatan kompetensi bagi seluruh tenaga kesehatan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui kegiatan edukasi dan pelatihan secara berkelanjutan, RSUD Doloksanggul optimistis kualitas pelayanan kesehatan akan semakin meningkat, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan rujukan di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Penulis: Frish. H. Silaban
