Relawan Prabowo – Aliansi Garuda Khusus 08 Mengecam keras Dugaan Penghinaan Tiyo Ardianto Eks Ketua BEM UGM
Ketua Umum Aliansi Garuda Khusus 08, Raden Pujianto Sasmito, melayangkan kecaman keras atas pernyataan Tiyo Ardianto yang telah diduga menghina harkat martabat Presiden Bapak Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan Ketum AGK 08 pada konferensi pers, Jum’at (19/06/26) di Jakarta.
Dalam sebuah video, Tiyo bercerita tentang pengalamannya merescue seekor kucing yang menderita penyakit scabies.
“Saya lihat ada kucing yang scabies, gemuk sekali badannya, tapi kepalanya itu di hinggapi jamur scabies yang membuat dia jadi enggak bisa melihat. Saya kasih nama kucing itu Prabodoh Subiantolol,” ujar Tiyo dalam pernyataannya.
Dalam ceritanya Tiyo menyamakan dengan potret yang hari ini terjadi kondisi sebuah negara yang sudah sakit komplikasi dan harus di obati.
Menurut Ketum, Pernyataan Tiyo yang disampaikan melalui sebuah video ini sudah sangat keterlaluan karena menggunakan perumpaan seekor kucing yang sedang sakit dengan seorang presiden atau kepala negara. Tampak dalam video tersebut Tiyo mengolok olok dan menjadikannya bahan lelucon.
Beberapa video yang di tampilkan juga Tiyo tidak mencerminkan kritikan murni melainkan lebih mengarah kepada penghinaan dan narasi narasi provokatif terhadap pemerintah, seperti misalnya dalam salah satu video Tiyo menyamakan Bapak Prabowo Gibran dengan Firaun dan mengatakan “Bapak
Prabowo gibran membunuh anak anak indonesia dengan cara membodohi mereka sambil mengenyangkan perut perut mereka, kita dikasih MBG (Makanan Bergizi Geratis) tapi pendidikan tidak di prioritaskan.” Ujar Tiyo dalam pernyataannya.
Sekjen Aliansi Garuda Khusus 08, Ichwan Al, sangat mengecam keras pernyataan pernyataan Tiyo ardianto yang telah banyak menimbulkan keresahan dan kegaduhan di tengah kalangan masyarakat.
Pemerintahan saat ini di Era Bapak Presiden Prabowo Subianto, telah banyak melakukan perubahan besar terhadap bangsa ini, Mensejahterakan kalangan masyarakat kecil hingga menengah melalui beberapa progam unggulan yang dijalankan. Seperti misalnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diadakan sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, khususnya dalam menekan angka stunting dan malnutrisi pada anak, Meningkatkan kesehatan dan gizi, Mencegah anak kelaparan di sekolah agar tidak mengganggu konsentrasi belajar, Membantu beban ekonomi keluarga sehingga mengurangi pengeluaran harian, Menggerakan ekonomi lokal dengan memperkuat rantai pasokan dalam negeri dengan melibatkan petani, peternak, nelayan, dan UMKM katering lokal sebagai penyedia bahan makanan.
Seharusnya sebagai warga negara yang baik, kita mendukung dan mengawal progam progam beliau agar dapat terlaksana dengan baik dan menjadi manfaat untuk seluruh rakyat Indonesia.
Jika ada saran, masukan atau usulan dapat disampaikan melalui forum terbuka dengan bahasa yang santun, serta menjunjung tinggi nilai nilai adab dan etika yang baik sesuai budaya kita, juga tentunya dilengkapi dengan fakta atau data yang konkrit. Ujar Sekjen.
Bambang selaku Humas Aliansi Garuda Khusus 08 turut mengkritisi pernyataan Tiyo Ardianto, dimana selaku generasi muda Indonesia seharusnya memberikan contoh yang baik, menjaga sikap cara bertutur kata dan mengedepankan adab dan etika, apalagi didalam perkataan tersebut ditujukan kepada pemimpin bangsa.
Aliansi Garuda Khusus 08, menuntut Tiyo melakukan klarifikasi secara terbuka kepada publik dan menyampaikan permohonan maaf serta berjanji tidak mengulanginya kembali. Bilamana tidak ada upaya tersebut maka Tim Divisi Hukum Garsus 08 akan mengambil langkah hukum secara tegas, pungkas Ketua Tim Divisi Hukum. (A)
