September 26, 2026

Rapat Koordinasi Nasional 2025: Wabup Tapanuli Utara Fokus Kendalikan Inflasi dan Antisipasi Cuaca Ekstrem Jelang Idul Fitri

Tapanuli Utara, Senin 10 Maret 2025

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Lumbantoruan, ST, M.Eng, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2025 yang diselenggarakan secara daring di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tapanuli Utara, Senin (10/03/2025). Rakornas ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dan turut membahas langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

Selain Wakil Bupati, hadir pula sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak, perwakilan Dandim 0210/TU, Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara, Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapanuli Utara, Kabag Perekonomian dan SDA Setdakab Tapanuli Utara, serta pimpinan perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tapanuli Utara. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi di wilayah tersebut.

Fokus Rakornas: Strategi 4K untuk Kendalikan Inflasi

Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri menekankan pentingnya penerapan strategi 4K dalam pengendalian inflasi, yaitu:

1. Keterjangkauan Harga – Menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau masyarakat.

2. Ketersediaan Pasokan – Memastikan ketersediaan bahan pangan, terutama menjelang momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadhan dan Idul Fitri.

3. Kelancaran Distribusi – Menjaga arus distribusi barang agar tidak terjadi kelangkaan di daerah.

4. Komunikasi Efektif – Menyampaikan informasi secara jelas kepada masyarakat terkait stok pangan dan langkah antisipasi pemerintah.

Menteri Dalam Negeri menginstruksikan kepada seluruh Pemerintah Daerah untuk secara aktif mengawasi ketersediaan bahan pokok dan mengambil langkah preventif guna menekan lonjakan harga, terutama menjelang Idul Fitri.

Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Potensi Bencana

Selain pengendalian inflasi, antisipasi terhadap cuaca ekstrem menjadi perhatian utama dalam Rakornas tersebut. Menteri Dalam Negeri meminta seluruh daerah bersiap menghadapi potensi banjir dan tanah longsor sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Peringatan Dini dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Edaran ini didasarkan pada prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pemerintah daerah diimbau meningkatkan koordinasi lintas sektor guna memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana yang dapat mengganggu distribusi logistik dan memengaruhi stabilitas harga di wilayah masing-masing.

Komitmen Pemkab Tapanuli Utara Menjalankan Program Pengendalian Inflasi

Menutup agenda Rakornas, Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Lumbantoruan, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung kebijakan pusat dalam menjaga stabilitas harga dan mencegah gejolak inflasi di daerah.

“Kami meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam TPID Kabupaten Tapanuli Utara agar secara aktif menjalankan berbagai program pengendalian inflasi. Langkah ini sangat penting, terutama menjelang Idul Fitri, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang stabil,” tegasnya.

Pemkab Tapanuli Utara juga berkomitmen memperkuat pengawasan distribusi barang dan mempercepat respons terhadap potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.

Dengan sinergi antar-lembaga dan komitmen yang kuat, diharapkan langkah konkret yang diambil mampu menjaga stabilitas ekonomi dan memberikan rasa aman bagi masyarakat menjelang perayaan besar keagamaan.

Diterbitkan oleh Media Putra Bhayangkara
Frish H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *