Prabowo Dijadwalkan ke Humbahas, TSTH2 Disiapkan Jadi Pusat Riset Nasional
Selasa 17 Maret 2026, Humbang Hasundutan. Putrabhayangkara. id
Kabupaten Humbang Hasundutan bersiap menjadi sorotan nasional. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja pada Oktober 2026 untuk meninjau pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2), sebuah proyek strategis yang digadang-gadang menjadi pusat riset pertanian modern di Indonesia.
Rencana kunjungan tersebut diungkapkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, dalam rapat koordinasi virtual bersama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Selasa (17/3/2026).
Dalam pertemuan itu, Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah dalam menyambut kunjungan Presiden. Ia menilai agenda tersebut sebagai momentum penting yang menunjukkan perhatian serius pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan Danau Toba, khususnya Humbang Hasundutan.
“Pemerintah daerah siap menyambut kehadiran Presiden di Humbahas. Ini menjadi bagian dari dukungan pusat terhadap pengembangan pertanian modern berbasis riset dan teknologi,” ujarnya.
Kunjungan Presiden ke TSTH2 tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diproyeksikan menjadi titik akselerasi pembangunan sektor pertanian berbasis inovasi. Kawasan ini dirancang sebagai pusat pengembangan tanaman herbal dan hortikultura dengan pendekatan ilmiah yang terintegrasi.
Dalam rapat tersebut, turut dibahas agenda kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan yang dijadwalkan berlangsung pada awal April 2026. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi program strategis nasional di sektor pangan dan pertanian.
Lebih jauh, keberadaan TSTH2 juga akan mendorong transformasi sektor kesehatan di daerah. Pemerintah daerah merencanakan peningkatan status rumah sakit umum daerah menjadi rumah sakit berbasis riset. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung kegiatan penelitian, khususnya di bidang herbal dan hortikultura, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Transformasi tersebut menunjukkan adanya integrasi antara sektor pertanian, riset, dan layanan kesehatan dalam satu ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.
Selain itu, Ketua DEN juga menekankan pentingnya penerapan sistem pertanian modern berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Teknologi ini diyakini mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta ketepatan dalam pengelolaan lahan pertanian.
Pendekatan berbasis AI memungkinkan petani dan pengelola lahan untuk mengambil keputusan yang lebih akurat, mulai dari pemilihan komoditas, pengelolaan air, hingga prediksi hasil panen. Hal ini menjadi bagian dari upaya transformasi sektor pertanian menuju era digital.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Luhut menegaskan perlunya sinergi antar kepala daerah di kawasan Danau Toba. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan bekerja secara terkoordinasi, saling mendukung, dan bertanggung jawab dalam mencapai target pembangunan.
Arahan tersebut menegaskan bahwa pengembangan kawasan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan wilayah.
Dengan rencana kunjungan Presiden serta penguatan program strategis yang tengah disiapkan, Humbang Hasundutan berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru di Sumatera Utara, khususnya dalam sektor pertanian modern berbasis riset dan teknologi.
Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, kawasan ini tidak hanya akan meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan riset herbal dan hortikultura di tingkat global.
Diterbitkan Media Putra Bhayangkara (Frish)
