September 26, 2026

PPDI Lampung Apresiasi Keseriusan Polda Lampung Ungkap Dugaan Korupsi di Kabupaten Mesuji

IMG-20260710-WA0016

MESUJI– Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Pers Daerah Seluruh Indonesia (DPD PPDI) Provinsi Lampung, Apri Susanto, mengapresiasi langkah dan keseriusan Polda Lampung di bawah kepemimpinan Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., dalam menangani sejumlah dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Mesuji, Jumat (10/7/2026).

Menurut Apri, turunnya tim penyidik Polda Lampung menunjukkan komitmen aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan penyimpangan anggaran, termasuk proyek Islamic Center Mesuji yang menelan anggaran ratusan miliar rupiah namun dinilai belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Ia juga menyoroti adanya dugaan penganggaran pada beberapa item pekerjaan yang perlu ditelusuri lebih lanjut, seperti pembangunan cor beton dan pagar keliling yang diduga dianggarkan melalui beberapa paket berbeda. Menurutnya, seluruh proses tersebut perlu dibuktikan melalui penyelidikan yang profesional dan transparan.

“Kami berharap Polda Lampung dapat mengusut tuntas setiap dugaan korupsi secara objektif sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Apabila ditemukan adanya kerugian negara, maka harus diproses sesuai aturan serta diupayakan pemulihannya,” ujar Apri.

Sementara itu, seorang warga Mesuji bernama Desmon menyampaikan harapannya agar penanganan dugaan korupsi di Kabupaten Mesuji dilakukan secara menyeluruh tanpa tebang pilih.

Menurutnya, masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak hanya menangani perkara dengan nilai anggaran kecil, tetapi juga menelusuri proyek-proyek bernilai besar yang selama ini menjadi perhatian publik.

“Contohnya proyek Islamic Center, irigasi gantung, serta sejumlah proyek rehabilitasi sekolah yang menelan anggaran besar. Jika terdapat dugaan penyimpangan, tentu harus dibuka secara terang benderang agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum,” kata Desmon.

Ia juga berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, independen, dan transparan dalam menangani setiap laporan maupun temuan dugaan korupsi di Kabupaten Mesuji.

“Masyarakat ingin melihat penegakan hukum yang adil. Jika pada proyek bernilai kecil saja ditemukan penyimpangan, maka proyek-proyek bernilai puluhan hingga ratusan miliar rupiah juga patut dilakukan pemeriksaan apabila terdapat indikasi yang cukup sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

Masyarakat berharap proses hukum berjalan sesuai asas praduga tak bersalah, mengedepankan alat bukti yang sah, serta memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.[Din]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *