Polsek Bokondini Evakuasi Korban Pemukulan Akibat Kesalahpahaman Soal Pergantian Kepala Sekolah SD YPPGI Bokondini
Bokondini, MPB — Suasana di Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, sempat memanas pada Jumat (10/10/2025) pagi, setelah terjadi insiden pemukulan yang dipicu kesalahpahaman terkait pergantian jabatan Kepala Sekolah SD YPPGI Bokondini.
Korban diketahui bernama Epis Pagawak (EP), mantan Kepala Sekolah SD YPPGI Bokondini, yang terlibat keributan dengan Kepala Desa Miler Payokwa (MP). Insiden ini bermula saat korban mendatangi lokasi Kali Bokondini sekitar pukul 08.00 WIT untuk menemui Kabid Dinas Pendidikan Kabupaten Tolikara, Simson Wandik (SW).
Dalam pertemuan tersebut, korban menanyakan status jabatannya sebagai kepala sekolah. Kabid SW menjelaskan bahwa sesuai prosedur, EP telah digantikan karena telah memasuki masa pensiun. Namun, korban tidak menerima penjelasan tersebut dan perdebatan pun terjadi di lokasi.
Sekitar pukul 08.30 WIT, Kepala Desa MP yang mendengar keributan kemudian datang menegur korban agar tidak membahas urusan kedinasan di tengah kegiatan masyarakat yang sedang berlangsung, yakni acara bakar batu untuk penggalangan dana pembangunan gereja.
Namun teguran tersebut justru memperkeruh situasi. Korban EP dikabarkan sempat mengancam dengan sebilah parang dan berniat merusak sepeda motor milik Kabid Dinas Pendidikan. Aksi tersebut membuat Kepala Desa MP tersulut emosi hingga terjadi adu fisik yang mengakibatkan korban mengalami luka sobek di bibir kanan atas akibat pukulan dari MP.
Mendapat laporan dari warga sekitar pukul 09.00 WIT, Kapolsek Bokondini Ipda Eko Haryanto, S.H. bersama personelnya segera bergerak menuju TKP dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Bokondini untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi juga melakukan mediasi di lokasi kejadian guna mencegah bentrokan lanjutan.
Sekitar pukul 10.00 WIT, keluarga korban mendatangi Puskesmas untuk menjenguk dan meminta penjelasan dari pihak kepolisian. Kapolsek Bokondini memberikan penjelasan serta imbauan agar semua pihak menahan diri dan menyerahkan proses penyelesaian kepada pihak berwenang.
“Kami minta seluruh pihak tidak mengambil tindakan sendiri. Biarkan aparat kepolisian menangani kasus ini secara profesional,” tegas Ipda Eko Haryanto.
Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi balasan, Polsek Bokondini kini melakukan penjagaan di sekitar wilayah dan meningkatkan patroli sambang kamtibmas. Polisi juga menyampaikan pesan agar masyarakat tetap menjaga keamanan serta tidak mudah terprovokasi isu-isu yang dapat memecah belah.
Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa pergantian Kepala Sekolah SD YPPGI Bokondini merupakan kebijakan internal Yayasan YPPGI, bukan keputusan Dinas Pendidikan Kabupaten Tolikara, mengingat status sekolah tersebut adalah swasta.
“Kami terus melakukan pemantauan situasi di lapangan agar kondisi tetap kondusif. Pendekatan persuasif akan kami utamakan agar tidak terjadi benturan antar pihak,” tambah Kapolsek.
Ardi HUMAS
