November 5, 2026

Polres Tolikara Kawal Tradisi Adat Penjemputan Arwah Korban Pembacokan di Karubaga, Situasi Berlangsung Aman dan Kondusif

IMG-20261027-WA0072

Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan, MPB – Personel Polres Tolikara melaksanakan pengamanan kegiatan tradisi adat penjemputan arwah almarhum Daniel Kogoya, korban pembacokan, yang berlangsung di Jalan Irian, kawasan Tugu Salib, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh keluarga almarhum yang datang dari Distrik Kuari, Distrik Wenam, dan Distrik Goyage. Kehadiran aparat kepolisian bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian tradisi adat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Kapolres Tolikara KOMPOL Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., bersama sejumlah pejabat utama Polres Tolikara, hadir langsung untuk memantau jalannya kegiatan serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan Kapolres Tolikara bersama personel di Jalan Irian, kawasan Tugu Salib. Selanjutnya, keluarga almarhum yang berjumlah kurang lebih 300 orang tiba di rumah duka.

Prosesi adat penjemputan arwah kemudian dilaksanakan dengan menyusuri sejumlah ruas jalan, yakni Jalan Irian, Jalan Losmen, dan Jalan Ifar Gunung, sebelum kembali berkumpul di sekitar kawasan Tugu Salib. Prosesi tersebut diwarnai dengan sorakan keluarga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan adat.

Dalam pelaksanaannya, sebagian massa keluarga membawa perlengkapan tradisional berupa busur dan panah. Personel Polres Tolikara melakukan pemantauan dan pengamanan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung.

Kapolres Tolikara KOMPOL Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan secara humanis dengan tetap menghormati nilai-nilai adat yang dijalankan oleh keluarga almarhum.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian tradisi adat berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kami menghormati proses adat yang dilaksanakan keluarga, namun kami juga mengimbau seluruh pihak agar tetap menahan diri, tidak membawa atau menggunakan benda yang dapat membahayakan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan,” ujar Kapolres Tolikara.

Kapolres menambahkan bahwa situasi keamanan dapat terjaga berkat kerja sama antara aparat kepolisian, keluarga almarhum, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang mengikuti kegiatan.

“Kami mengapresiasi keluarga dan masyarakat yang telah bersama-sama menjaga ketertiban. Apabila terdapat persoalan, hendaknya diselesaikan melalui komunikasi dan jalur hukum yang berlaku, sehingga keamanan dan kedamaian di Kabupaten Tolikara tetap terpelihara,” tambahnya.

Setelah prosesi di sekitar Tugu Salib, massa keluarga kembali memasuki rumah duka. Prosesi pemanggilan arwah kemudian dinyatakan selesai, dilanjutkan dengan personel kepolisian kembali ke Markas Komando Polres Tolikara untuk melaksanakan apel konsolidasi.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir dengan situasi yang aman dan kondusif. Berdasarkan hasil pemantauan petugas, tidak terdapat gangguan keamanan yang menghambat jalannya kegiatan.

Kehadiran Polres Tolikara dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memberikan ruang bagi keluarga untuk melaksanakan tradisi adat dengan tetap memperhatikan aspek keamanan bersama.

Polres Tolikara mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjaga ketenangan, menghormati proses adat yang berlangsung, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik atau mengganggu situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Tolikara.

Dengan sinergi antara aparat keamanan, keluarga, dan masyarakat, diharapkan situasi yang aman dan kondusif di Distrik Karubaga dapat terus dipertahankan.

HumasPolresTolikara
Polisi Bersama Masyarakat

Penulis : Gunz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *