September 26, 2026

Polres Nabire Aktifkan Kembali Kawasan Tertib Lalu Lintas

IMG-20260714-WA0031

 

Nabire, Putrabhayangkara.id – Polres Nabire bersama Pemerintah Kabupaten Nabire dan sejumlah pemangku kepentingan menyepakati pengaktifan kembali Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang dipimpin Wakapolres Nabire, Kompol Dr. Pieter Kendek, S.Sos., M.M., di Mapolres Nabire, Selasa (14/7/2026).

Rapat yang dihadiri unsur Dinas Perhubungan, Satpol PP, Bagian Hukum Pemkab Nabire, akademisi, dan perwakilan jurnalis itu memutuskan kawasan KTL difokuskan di sepanjang Jalan Pepera hingga Jalan Merdeka. Jalur tersebut dipilih sebagai kawasan percontohan untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di Papua Tengah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kasat Lantas Polres Nabire, IPTU Hendri Antoro, menjelaskan pengaktifan kembali KTL dilakukan karena surat keputusan (SK) lama beserta arsip pendukungnya sudah tidak lagi tersedia. Oleh sebab itu, seluruh pihak sepakat menyusun penetapan baru dengan cakupan wilayah yang lebih terbatas agar pengawasan dan penegakan aturan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Menurut Hendri, sebelumnya kawasan tertib lalu lintas mencakup seluruh kawasan hijau di Kota Nabire. Namun berdasarkan hasil rapat, wilayah tersebut dipersempit agar menjadi contoh nyata penerapan disiplin berlalu lintas. Di kawasan tersebut akan dipasang rambu, papan pemberitahuan, dan berbagai bentuk sosialisasi sebagai penanda bahwa lokasi tersebut merupakan KTL.

Ia menegaskan, setiap pelanggaran yang ditemukan di kawasan tersebut akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku melalui mekanisme penilangan. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk penegakan hukum setelah masyarakat diberikan informasi yang jelas mengenai status kawasan tertib lalu lintas.

Hendri juga mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas karena sebagian besar kecelakaan berawal dari pelanggaran. Pengendara sepeda motor diminta selalu menggunakan helm, sementara seluruh pengguna jalan diharapkan menjadikan ketertiban berlalu lintas sebagai budaya bersama demi menciptakan Kota Nabire yang lebih aman, tertib, dan menjadi cerminan positif bagi Papua Tengah.

 

MPB ABIRAYANTI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *