September 26, 2026

Polisi di Tolikara Pertemukan Anak Perempuan yang Kabur dari Mamuju, Sulawesi Barat Dengan Ayahnya

Compress_20260319_132122_2838

Tolikara, Papua Pegunungan, MPB — Suasana haru menyelimuti sebuah keluarga yang mana seorang anak perempuan yang sebelumnya dilaporkan kabur dari rumah di Mamuju, Sulawesi Barat. akhirnya dipertemukan kembali dengan ayah kandungnya Bapak Agus. Momen penuh haru ini menjadi bukti nyata kepedulian aparat kepolisian dalam melindungi dan menyatukan kembali keluarga yang terpisah. Kamis, (19/03/2026).

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan pengaduan yang diterima pihak kepolisian melalui media sosial TikTok Resmi Humas Polres Tolikara pada hari Rabu, 18 Maret 2026. Laporan tersebut disampaikan oleh seorang pelapor bernama Alma (18), yang diketahui berdomisili di Keroom, Jayapura. Dalam laporannya, Alma (18) meminta bantuan Pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Tolikara untuk mencari saudarinya (kakak sepupu) seorang perempuan bernama Ika Astriyani (19) yang diduga kabur dari rumah di Mamuju Sulawesi Barat ke wilayah Kab. Tolikara.

Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian segera melakukan penelusuran dan koordinasi lintas wilayah. Hasilnya, keberadaan saudari Ika Astriyani (19) tersebut berhasil dilacak di Kabupaten Tolikara. Polisi kemudian memastikan kondisi anak dalam keadaan aman.

Setelah identitas anak dipastikan, pihak kepolisian kemudian menghubungi pelapor saudari Alma (18) guna memberikan informasi bahwa saudari Ika Astriyani (19) berada di karubaga dalam keadaan sehat.

Yang kemudian Saudari Alma turut melaporkan bahwa Sang Ayah Agus telah berangkat dari Mamuju, Sulawesi Barat, Menuju Jayapura Hingga Ke Wamena di dampingi 2 kerabatnya dari Keroom. untuk proses penjemputan. Sang ayah yang telah lama mencari keberadaan anaknya langsung bergegas menuju Tolikara.

Pertemuan antara ayah dan anak tersebut berlangsung penuh tangis haru. Sang ayah tak kuasa menahan air mata saat memeluk anaknya yang pergi dari rumah, sementara sang anak terlihat menyesali keputusannya dan merasa lega dapat bertemu kembali dengan ayahnya.

Kasi Humas Polres Tolikara IPDA Michel Milan Simopiaref menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran serta masyarakat, termasuk laporan yang disampaikan melalui media sosial resmi Humas Polres Tolikara.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat, termasuk saudari Alma (18) yang telah melaporkan melalui media sosial kepolisian. Informasi sekecil apa pun sangat berarti dalam membantu tugas-tugas kepolisian,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian selalu mengedepankan pendekatan persuasif, khususnya dalam menangani setiap permasalahan di tengah masyarakat.

“Prioritas kami adalah merespon setiap pengaduan dari masyarakat dan kami memastikan yang bersangkutan dalam kondisi baik dan sehat sebelum dipertemukan kembali dengan keluarga,” tambahnya.

Pihak kepolisian turut mengimbau kepada setiap orang tua agar lebih memperhatikan kondisi psikologis sang anak serta menjalin komunikasi yang baik dalam keluarga, guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, kolaborasi antara masyarakat dan aparat penegak hukum dapat memberikan dampak yang nyata. Berkat kepedulian seorang warga dan respons cepat kepolisian, sebuah keluarga akhirnya kembali utuh dalam balutan haru dan kebahagiaan.

Penulis : Ardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *