Polda Kalbar Gelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat, Siap Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi
Pontianak – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Menghadapi Bencana Hidrometeorologi, Rabu (5/11), di Pontianak. Kegiatan ini merupakan bagian dari apel serentak yang dilaksanakan di seluruh Indonesia sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana alam.
Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto memimpin kegiatan tersebut sekaligus membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan bahwa apel ini bertujuan memastikan kesiapan seluruh elemen dalam menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya yang disebabkan oleh faktor hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.
> “Apel kesiapan ini merupakan bentuk pengecekan terhadap seluruh personel, peralatan, dan sarana pendukung penanggulangan bencana. Diharapkan seluruh pihak dapat bergerak cepat dan terpadu demi menjamin keselamatan masyarakat,” ujar Kapolda Kalbar.
Sinergi Lintas Instansi
Kapolda menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, BMKG, PMI, serta berbagai lembaga lainnya agar upaya mitigasi dan tanggap darurat dapat berjalan efektif dan efisien.
Apel ini turut dihadiri oleh Forkopimda Kalbar, 14 Kapolres jajaran, perwakilan Jasa Raharja, TNI, BPBD, Basarnas, PMI, serta berbagai elemen masyarakat dan relawan kebencanaan. Seluruh komponen menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dalam penanggulangan bencana di Kalimantan Barat.
Data Nasional dan Prakiraan Cuaca
Berdasarkan data BNPB per 19 Oktober 2025, tercatat 2.606 kejadian bencana di Indonesia yang terdiri dari 1.289 banjir, 544 cuaca ekstrem, 511 kebakaran hutan dan lahan, 189 tanah longsor, 22 gempa bumi, dan 4 erupsi gunung berapi. Akibat bencana tersebut, 361 orang meninggal dunia, 37 orang hilang, 615 orang luka-luka, dan lebih dari 5,2 juta warga mengungsi.
Sementara itu, BMKG memprediksi puncak musim hujan akan berlangsung secara bertahap dari November 2025 hingga Januari 2026, dengan fenomena La Niña kategori lemah yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di beberapa wilayah, termasuk Kalimantan.
Lima Arahan Kapolri
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolda Kalbar, terdapat beberapa penekanan utama:
1. Melakukan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan dengan melibatkan BMKG dan instansi terkait.
2. Memastikan kesiapan personel, peralatan, kendaraan operasional, serta logistik bantuan yang siap digerakkan kapan saja.
3. Melaksanakan simulasi tanggap darurat, mulai dari evakuasi, distribusi bantuan, hingga rehabilitasi sosial dan infrastruktur.
4. Menjalankan tugas kemanusiaan dengan empati, dedikasi, dan profesionalisme.
5. Meningkatkan koordinasi lintas instansi agar penanggulangan bencana berjalan terpadu dan tepat sasaran.
> “Negara harus selalu hadir untuk melindungi rakyat dari segala ancaman, termasuk bencana. Ini bukan hanya tanggung jawab institusi, tetapi juga panggilan moral dan wujud pengabdian terhadap kemanusiaan,” tegas Kapolda membacakan amanat Kapolri.
Pesan Gubernur Kalbar
Gubernur Kalimantan Barat H. Ria Norsan yang turut hadir dalam apel tersebut mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.
> “Kondisi cuaca sekarang sangat dinamis — pagi bisa panas, sore tiba-tiba hujan deras disertai angin kencang. Masyarakat perlu tetap waspada agar tidak panik dan situasi keamanan tetap kondusif,” ujar Gubernur.
Ia juga menekankan agar penanganan bencana dilakukan dengan perencanaan matang dan tidak dipolitisasi demi menjaga suasana aman dan kondusif di masyarakat.
Kesiapan Polda Kalbar
Kapolda menegaskan bahwa Polda Kalbar dan seluruh jajarannya siap bergerak cepat apabila terjadi bencana di wilayahnya.
> “Begitu ada bencana, kendaraan dan tim gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan penanggulangan secara terpadu,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari tindak lanjut, Polda Kalbar akan melaksanakan latihan rutin, simulasi tanggap darurat, dan lomba kesiapsiagaan antarwilayah untuk memperkuat koordinasi lintas instansi. Dalam situasi darurat, Brimob Polda Kalbar juga menyiagakan dapur umum lapangan yang siap menyajikan hingga 500 porsi makanan siap saji bagi korban bencana.
Dengan semangat sinergi dan kepedulian, apel kesiapsiagaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana alam di Kalimantan Barat.
(Sabirin – Media Putra bhayangkara POKDAR Kamtibmas Kalbar)
—
