Polantas Menyapa Pelajar: Satlantas Humbahas Edukasi Keselamatan Jalan Raya Sejak Dini
Humbang Hasundutan, Senin, 08 September 2025
Dalam rangka memperingati Hari Keselamatan sekaligus HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-70, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Humbang Hasundutan melaksanakan program “Polantas Menyapa” melalui kegiatan Police Go To School di dua sekolah: SMA Negeri 1 Doloksanggul dan SMA Swasta HKBP Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan. Kegiatan ini dimulai pukul 07.15 WIB dan berlangsung penuh antusiasme.
Dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Humbahas, AKP Mantho Pandiangan, didampingi KBO Sat Lantas IPDA Jannes Tampubolon, SH, serta personel AIPDA Yusril Simanjuntak, BRIPKA Sabar Siburian, dan BRIPDA Boy Lumbanbatu, kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran polisi lalu lintas di tengah generasi muda.
Edukasi Lalu Lintas di Gerbang Sekolah
Dalam arahannya, AKP Mantho Pandiangan menyampaikan sejumlah imbauan penting kepada para pelajar. Pesan itu sederhana namun krusial:
1. Selalu mematuhi aturan tertib berlalu lintas.
2. Gunakan helm berstandar SNI setiap kali mengendarai sepeda motor.
3. Hindari penggunaan knalpot brong yang bising dan meresahkan.
4. Jangan duduk di atap kendaraan umum.
5. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
“Anak-anak sekalian adalah generasi penerus. Kalau sejak dini sudah terbiasa disiplin di jalan, kelak ketika dewasa akan menjadi pribadi yang tertib dan bisa menyelamatkan banyak nyawa, termasuk nyawa sendiri,” tegas Kasat Lantas di hadapan ratusan siswa.
Pesan itu disampaikan dengan gaya interaktif. Beberapa siswa diminta maju untuk menjawab pertanyaan seputar aturan lalu lintas. “Siapa yang sudah pernah bawa motor ke sekolah tanpa SIM?” tanya AKP Mantho, disambut tawa malu-malu dari sejumlah pelajar.
Data: Pelajar Masih Dominan dalam Pelanggaran
Peringatan itu bukan tanpa alasan. Berdasarkan catatan Satlantas Polres Humbahas, sepanjang Januari–Agustus 2025 tercatat 61 kasus kecelakaan lalu lintas, dengan korban didominasi usia remaja dan dewasa muda. Dari jumlah tersebut, sekitar 28% melibatkan pelajar SMA yang mengendarai sepeda motor tanpa kelengkapan surat atau tidak menggunakan helm standar.
Selain itu, razia rutin juga menemukan puluhan kendaraan pelajar menggunakan knalpot brong. Fenomena ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga menimbulkan keresahan masyarakat karena suara bisingnya sering mengganggu kenyamanan warga Doloksanggul.
“Setiap tahun kita lihat kecelakaan yang sebenarnya bisa dicegah. Anak-anak ini sering terburu-buru berangkat ke sekolah, tidak pakai helm, bahkan bonceng tiga. Kalau tidak ditegur sejak dini, mereka bisa jadi korban berikutnya,” jelas IPDA Jannes Tampubolon.
Suara dari Lapangan
Kegiatan edukasi ini tidak sekadar seremonial. Para guru mengaku lega karena pesan keselamatan datang langsung dari polisi.
“Kami sering menasihati siswa, tapi kadang mereka anggap sepele. Begitu polisi yang bicara, efeknya lebih kuat. Anak-anak langsung serius mendengar,” ujar salah seorang guru SMA Negeri 1 Doloksanggul.
Seorang siswa kelas XI, berinisial D, juga mengaku tersentuh. “Saya pernah jatuh dari motor karena tidak pakai helm. Untung hanya lecet. Setelah dengar penjelasan Pak Polisi, saya sadar itu bisa fatal. Mulai sekarang saya akan pakai helm,” katanya.
Kapolres Apresiasi dan Tekankan Edukasi Sejak Dini
Kapolres Humbang Hasundutan, AKBP Arthur Sameaputty, S.I.K., menyambut baik inisiatif jajarannya.
“Momentum HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 ini bukan sekadar perayaan, melainkan sarana mendekatkan Polantas dengan masyarakat, khususnya para pelajar. Edukasi sejak dini sangat penting agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, patuh aturan, dan sadar keselamatan di jalan raya,” ujarnya.
Menurut Kapolres, pembinaan karakter pelajar dalam berlalu lintas merupakan investasi jangka panjang. “Kalau hari ini mereka belajar tertib, besok mereka bisa menjadi contoh bagi lingkungan sekitar. Inilah yang kita sebut polisi hadir sebagai mitra pendidikan,” tambahnya.
Lebih dari Sekadar Tilang
Program Polantas Menyapa sekaligus ingin mengubah paradigma masyarakat bahwa polisi lalu lintas bukan hanya petugas penilang di jalan. Satlantas ingin hadir secara humanis, mendidik, dan menjadi sahabat pelajar.
Polres Humbahas bahkan menyiapkan modul edukasi lalu lintas sederhana untuk sekolah-sekolah. Ke depan, program ini akan digelar rutin, bukan hanya saat peringatan HUT atau operasi khusus.
“Kami ingin masuk ke sekolah-sekolah, pesantren, bahkan gereja dan komunitas remaja. Tujuannya satu: keselamatan. Kami tidak ingin ada lagi pelajar yang kehilangan nyawa sia-sia di jalan,” tegas AKP Mantho.
Fenomena Angkutan Umum & Bahaya di Jalan
Salah satu poin imbauan yang menarik adalah larangan duduk di atap angkutan umum. Mungkin terdengar sepele, tapi fenomena ini masih sering ditemui di Humbahas, terutama saat jam pulang sekolah. Banyak pelajar yang naik mobil barang atau angkot penuh sesak, sehingga memilih duduk di atap.
“Bahaya sekali kalau mobil ngerem mendadak atau oleng. Anak-anak bisa terlempar. Ini harus dihentikan,” tegas BRIPKA Sabar Siburian.
Satlantas juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan setempat untuk mengatur ketersediaan angkutan sekolah agar siswa tidak lagi mencari cara berbahaya saat bepergian.
Respons Positif Pelajar dan Guru
Acara Polantas Menyapa di SMA Negeri 1 dan SMA Swasta HKBP Doloksanggul berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Para siswa terlihat antusias mengikuti penyuluhan, bahkan ada yang langsung mengunggah momen bersama polisi di media sosial.
“Seru, Pak. Ternyata polisi tidak melulu menyeramkan. Mereka bisa jadi teman ngobrol soal aturan lalu lintas,” kata seorang siswi.
Guru-guru berharap kegiatan serupa tidak berhenti sampai di sini. “Kami butuh kesinambungan. Kalau Polantas hadir secara rutin, perilaku pelajar pasti berubah,” kata Kepala Sekolah SMA Swasta HKBP Doloksanggul.
Catatan: Jalan Panjang Edukasi Keselamatan
Meski kegiatan ini menuai sambutan positif, tantangan tetap besar. Budaya tertib lalu lintas tidak bisa dibangun dalam sehari. Butuh konsistensi, teladan dari orang tua, serta dukungan infrastruktur jalan yang memadai.
Di Humbahas, jalan-jalan pedesaan yang berliku dan minim penerangan sering menjadi faktor penyumbang kecelakaan. Sementara itu, masih banyak orang tua yang mengizinkan anak di bawah umur membawa sepeda motor ke sekolah.
“Kalau orang tua saja membiarkan, bagaimana anak-anak bisa disiplin? Harus ada kesadaran kolektif,” ujar AIPDA Yusril Simanjuntak.
Kesimpulan
Program Polantas Menyapa yang digelar Satlantas Polres Humbang Hasundutan menjadi momentum penting dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar. Melalui pendekatan edukatif, polisi lalu lintas tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga menanamkan nilai disiplin dan keselamatan sejak usia sekolah.
Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti pada seremoni peringatan, melainkan berlanjut menjadi gerakan berkelanjutan. Karena keselamatan jalan raya bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab bersama: orang tua, sekolah, pemerintah, dan tentu saja generasi muda itu sendiri.
Diterbitkan Media Putra Bhayangkara
Frish. H. Silaban
