September 25, 2026

Peringati Hari Santri, Kemenag Lobar Gelar Kemah Bakti Kerukunan Umat dan Tanam Pohon

Putrabhayangkara NTB 22/10/25 – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Barat (Lobar), menggelar kegiatan “Kemah Bakti Kerukunan Umat Beragama dan Penanaman Pohon”. Mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Manusia”, kegiatan yang berlangsung di kawasan wisata Gunung Jae, Kecamatan Gerung, ini menjadi wujud sinergi antara nilai-nilai keagamaan dengan komitmen menjaga kelestarian lingkungan melalui pendekatan Ekoteologi.

Acara ini dihadiri oleh beragam unsur, mulai dari ASN Kemenag Lombok Barat, tokoh agama, organisasi santri, siswa madrasah, perwakilan instansi pemerintah daerah, hingga perwakilan masyarakat lintas agama. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan lintas iman tampak kental, menunjukkan kokohnya kerukunan umat beragama di Lombok Barat.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemda Lombok Barat. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lombok Barat, Drs. H. Haryadi Iskandar, menegaskan pentingnya menempatkan kesadaran spiritual sebagai landasan utama dalam menjaga kelestarian bumi.

“Ekoteologi merupakan program Kementerian Agama yang menghubungkan konsep agama dan lingkungan hidup. Kegiatan yang kita laksanakan hari ini adalah implementasi dari anjuran Bapak Menteri Agama dalam mengisi peringatan Hari Santri Tahun 2025, yakni dengan penghijauan agar lingkungan tetap terjaga dan terpelihara,” ujar H. Haryadi Iskandar

Beliau juga memberikan landasan teologis, menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah bentuk pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an sebagaimana termaktub dalam ayat yang berarti, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.” Ayat ini mengingatkan peserta akan tanggung jawab moral terhadap alam.

“Mari selalu kita pelihara lingkungan hidup, karena dampak dari pemanasan global yang terjadi secara masif akibat perubahan iklim jauh lebih dahsyat dari dampak peperangan,” tegasnya, memberikan penekanan serius tentang bahaya krisis iklim. Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat. (A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *