September 26, 2026

Peringatan HUT ke-80 RI di Humbahas: Semangat Persatuan dan Refleksi 22 Tahun Perjalanan Daerah

 

Doloksanggul – Minggu 17 Agustus 2025

Mentari pagi 17 Agustus 2025 menyinari Lapangan Merdeka Doloksanggul. Ribuan pasang mata tertuju pada Sang Saka Merah Putih yang perlahan dikibarkan di bawah langit biru Humbang Hasundutan. Di tengah derap langkah Paskibraka yang tegap, suasana hening tercipta ketika sirene dan dentang lonceng gereja menandai detik-detik proklamasi. Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pun berlangsung khidmat, penuh haru, sekaligus membangkitkan semangat kebangsaan.

Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, menyampaikan amanat yang sarat makna. Dengan suara tegas, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersatu mendukung pembangunan daerah, sejalan dengan tema peringatan kali ini: “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”

“Persatuan adalah kunci. Dengan bekerja sama, bahu membahu, kita mampu mewujudkan visi Humbahas yang sejalan dengan cita-cita kemerdekaan,” ucap Oloan, di hadapan ribuan peserta upacara.

Kehadiran Para Tokoh

Upacara yang digelar penuh khidmat ini dihadiri Wakil Bupati Junita Rebeka Marbun, Kapolres Humbahas AKBP Arthur Sameaputty, Kajari Humbahas Dr. Noordien Kusumanegara, Danramil Doloksanggul Kapten Sahat Simanullang, perwakilan Pengadilan Negeri Tarutung, Ketua DPRD Parulian Simamora, jajaran anggota DPRD, tokoh agama, adat, dan budaya. Sejumlah pejabat dan tokoh senior turut hadir, termasuk mantan Wakil Bupati periode 2005–2015 Drs. Marganti Manullang dan para pemrakarsa pemekaran Humbahas.

Hadirnya para pemimpin lintas generasi menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan bukan hanya seremoni, melainkan juga momentum merekatkan kebersamaan lintas waktu.

Refleksi 22 Tahun Humbahas

Bupati Oloan menekankan bahwa semangat kemerdekaan sejalan dengan perjalanan Kabupaten Humbahas yang baru saja merayakan usia ke-22 tahun pada 28 Juli lalu. Dua dekade lebih berdiri, Humbahas telah menorehkan beragam capaian pembangunan berkat kerja sama pemerintah dan masyarakat.

Beberapa capaian yang dipaparkan antara lain: penyaluran Dana Desa tercepat se-Sumatera Utara, sembilan kali berturut-turut meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, predikat “BB” untuk Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), serta predikat “A” dari Ombudsman RI atas kepatuhan standar pelayanan publik.

Tak hanya itu, Humbahas juga mencatat capaian 98,90% cakupan Jaminan Kesehatan Nasional, penghargaan keterbukaan informasi kategori Informatif, dan pembentukan Koperasi Merah Putih tercepat di Sumatera Utara. “Capaian ini adalah milik kita semua. Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan masyarakat,” tegas Oloan.

Dukungan ke Program Nasional

Bupati juga menegaskan komitmen Humbahas mendukung program prioritas Presiden Prabowo-Gibran. Tiga program utama yang disoroti adalah Program Makanan Bergizi Gratis, Program Sekolah Rakyat, dan pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura.

Saat ini, Program Makanan Bergizi Gratis telah menjangkau 7.861 penerima manfaat melalui tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Targetnya, 28 SPPG akan hadir di seluruh wilayah Humbahas. Sementara Program Sekolah Rakyat membuka peluang lebih luas bagi generasi muda melalui beasiswa bagi 171 siswa sekolah unggulan dan 485 mahasiswa di perguruan tinggi ternama.

“Generasi muda adalah aset. Mereka yang akan melanjutkan perjuangan kita,” ujar Oloan, menekankan pentingnya pendidikan berkualitas.

Prestasi Petani Humbahas

Tak kalah membanggakan, petani Humbahas berhasil meraih kemenangan dalam ajang Championship Klaster Bank Indonesia untuk komoditas bawang merah dan padi. Prestasi ini, menurut Bupati, menunjukkan potensi besar Humbahas di sektor pertanian yang akan terus diperkuat melalui inovasi teknologi dan bibit unggul.

“Pertanian adalah denyut nadi perekonomian Humbahas. Dengan semangat gotong royong, kita mampu menjadi lumbung pangan yang membanggakan,” ujarnya.

Harapan dan Doa

Meski demikian, Bupati tidak menutup mata atas tantangan yang dihadapi, terutama keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia. Namun ia optimis, melalui persatuan dan komitmen bersama, kebutuhan masyarakat akan terpenuhi secara bertahap.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua dalam mewujudkan masyarakat Humbang Hasundutan yang adil, makmur, lestari, dan berkeadaban. Dirgahayu Republik Indonesia ke-80. Horas… Horas… Horas…,” tutupnya penuh semangat.

Rakyat Turut Merayakan

Selepas upacara, suasana Lapangan Merdeka Doloksanggul berubah meriah. Tari tortor dari berbagai sekolah dan sanggar seni mengiringi kegembiraan masyarakat. Marching band pelajar menambah semarak suasana, sementara tawa riang terdengar ketika lomba panjat pinang dimulai. Anak-anak, pemuda, hingga orang tua larut dalam euforia kebersamaan, menjadikan peringatan HUT ke-80 RI tidak sekadar seremoni, tetapi pesta rakyat yang membumi.

Bagi masyarakat Humbang Hasundutan, kemerdekaan bukan hanya kenangan sejarah, melainkan spirit untuk terus melangkah ke depan. Dari lapangan yang sederhana di Doloksanggul, gema semangat itu kembali dikumandangkan: bersatu, bekerja, dan berjuang demi Indonesia maju.

Diterbitkan Media Putra Bhayangkara
Frish. H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *