September 26, 2026

Penumpang KM Sabuk Nusantara Hilang di Tengah Laut: Keluarga Minta Pertanggungjawaban Pihak Kapal

Ambon, MPB – Seorang penumpang Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 87, Pelipus Taurwewar (59), dilaporkan hilang secara misterius saat kapal tengah berlayar dari Pelabuhan Wulur, Kabupaten Maluku Barat Daya menuju Pelabuhan Gudang Arang, Kota Ambon, pada Sabtu (7/6/2025). Hingga kini, keberadaan korban belum diketahui.

Informasi hilangnya Pelipus pertama kali disampaikan oleh salah satu anggota keluarga, Bapak Cada, kepada anggota kepolisian yang bertugas di Pelabuhan Gudang Arang, Ambon. Kombes Pol Yoga Putra Prima Setya, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Anggota kami yang bertugas di Pelabuhan Gudang Arang menerima informasi dari keluarga korban bahwa Bapak Pelipus Taurwewar hilang saat pelayaran KM Sabuk Nusantara 87 dari Wulur ke Ambon,” ujar Kombes Yoga, Minggu (8/6/2025).

Dari keterangan anak korban, Anita Taurwewar, yang turut serta dalam pelayaran, ayahnya terakhir kali terlihat meninggalkan tempat tidurnya pada Jumat pagi (6/6/2025) sekitar pukul 07.00 WIT. Namun, hingga malam hari pukul 19.00 WIT, korban tak kunjung kembali. Dalam keadaan cemas, Anita segera melaporkan kejadian ini kepada petugas kapal.

Petugas kemudian melakukan tiga kali pemanggilan melalui pengeras suara, namun tak satu pun dijawab oleh Pelipus. Ketika kapal sandar di Pelabuhan Gudang Arang, tim dari Polsek KPYS, KSOP Ambon, awak kapal, dan keluarga korban menyisir seluruh bagian kapal. Sayangnya, hasil pencarian tetap nihil.

Menanggapi kondisi tersebut, nahkoda kapal berinisiatif mempertemukan pihak keluarga dengan manajemen kapal. Namun, keluarga korban menolak mediasi dan menuntut pertanggungjawaban resmi karena merasa ada kejanggalan dalam peristiwa hilangnya Pelipus.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, AKP Arie Satria Putra, mengonfirmasi bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan awal terhadap kasus ini.

“Hingga saat ini belum ada laporan resmi masuk ke Polsek. Namun kami sudah meminta keterangan awal dari sejumlah saksi,” jelasnya.

Terkait dugaan bahwa korban terjatuh dari kapal, AKP Arie menegaskan bahwa belum ada saksi yang secara pasti menyatakan hal tersebut.

“Masih dalam penyelidikan. Belum ada saksi yang melihat langsung atau menyebut korban jatuh ke laut,” katanya.

Pihak keluarga berharap agar pencarian terhadap Pelipus terus dilakukan dan meminta transparansi dari pihak kapal. Mereka juga berencana membuat laporan resmi ke Polda Maluku guna memperoleh kejelasan dan keadilan atas musibah yang menimpa anggota keluarganya. (Kprl /Suji-MPB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *