Pemkab Taput Luncurkan Program Tanam Jagung Serentak di 15 Kecamatan untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Tapanuli Utara, Rabu 09 April 2025
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara secara resmi meluncurkan Program Tanam Jagung Serentak yang mencakup 15 kecamatan sebagai bagian dari realisasi Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati periode 2024–2029. Kegiatan ini ditandai dengan penanaman jagung secara simbolis di Desa Dolok Saribu, Kecamatan Pagaran, yang diikuti secara virtual oleh seluruh camat dan kelompok tani dari 15 kecamatan lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Taput Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. (JTP), Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., Kapolres Taput AKBP Ernis Sintinjak, Ketua Pengadilan Negeri Tarutung Marta Napitupulu, Ketua TP PKK Taput Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat br. Purba, serta jajaran OPD, camat, kepala desa, dan masyarakat setempat.
Target Luas Tanam dan Integrasi Industri Pakan
Program ini menargetkan total luas tanam sebesar 23.500 hektare jagung yang tersebar di seluruh wilayah Taput. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi dengan industri pakan ternak lokal, menyusul peluncuran pabrik pengolahan pakan ternak di Desa Simamora Hasibuan pada hari yang sama.
“Ini bukan sekadar kegiatan tanam jagung. Ini adalah bagian dari strategi menyeluruh untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan petani, dan menekan inflasi di tingkat desa,” tegas Bupati JTP dalam sambutannya.
Jagung dan Padi Gogo Jadi Komoditas Unggulan Taput
Dalam arahannya, Bupati menyebutkan bahwa Pemkab Taput menetapkan jagung dan padi gogo sebagai dua komoditas unggulan daerah yang akan dikembangkan secara maksimal. Penetapan ini didasarkan pada kesesuaian karakteristik lahan dan iklim Taput dengan kedua komoditas tersebut.
“Kecamatan Pagaran adalah salah satu contoh wilayah ideal untuk tanaman palawija. Kondisi tanah dan budaya bertani masyarakat di sini sangat mendukung pengembangan jagung dan padi gogo secara optimal,” ungkap Bupati.
Penguatan Ekonomi Lokal dan Rantai Pasok Gizi
Program ini juga terhubung langsung dengan program nasional Makanan Bergizi Gratis yang bertujuan memperbaiki gizi anak sekolah. Pemkab Taput memastikan bahwa rantai pasok pangan dalam program ini akan mengutamakan hasil pertanian dan peternakan lokal, termasuk jagung, sayur, dan telur.
“Ini bukan hanya tentang makan bergizi, tapi tentang menciptakan ekosistem ekonomi yang berputar di desa. Petani kita jadi pemain utama, bukan penonton,” tambahnya.
Apresiasi Masyarakat dan Harapan ke Depan
Mewakili warga, tokoh masyarakat A. Purba menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah. Ia berharap bantuan bibit unggul dan alat produksi pertanian semakin ditingkatkan guna mendorong produktivitas pertanian.
“Kami merasa bangga dan bersyukur atas kehadiran Bapak Bupati dan seluruh rombongan di desa kami. Ini memberi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan hasil pertanian,” katanya.
Acara ditutup dengan kegiatan tanam jagung secara serentak yang dipimpin langsung oleh Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran Forkopimda serta OPD, disertai dengan peninjauan ke lahan milik petani.
Diterbitkan Oleh: Media Putra Bhayangkara 9 April 2025. Frish. H. Silaban
