Pemkab Padang Pariaman Hadirkan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri
Padang Pariaman, putra bhayangkara.id.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan transaksi pemerintah daerah sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya tersebut dibahas dalam High Level Meeting Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang digelar di Hall Inspektorat Padang Pariaman, Jumat (25/9/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si. Kegiatan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui digitalisasi, optimalisasi penerimaan serta peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah.
Dalam forum tersebut disampaikan bahwa Kabupaten Padang Pariaman telah menyediakan portal layanan pajak online sebagai bagian dari upaya memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Bagi Pemkab Padang Pariaman, ETPD tidak hanya dimaknai sebagai sistem pembayaran secara elektronik. Lebih dari itu, ETPD diarahkan menjadi transformasi ekosistem transaksi pemerintah daerah agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih mudah, cepat, transparan dan aman.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menegaskan bahwa penguatan fiskal daerah menjadi hal penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan.
Menurutnya, dana transfer dari pemerintah pusat masih menjadi salah satu sumber pembiayaan yang sangat penting bagi Kabupaten Padang Pariaman. Karena itu, pemerintah daerah perlu terus memperkuat sumber-sumber pendapatan yang berasal dari daerah sendiri.
Bupati juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan PAD melalui optimalisasi penerimaan pajak dan berbagai sumber pendapatan daerah lainnya.
Ia meminta seluruh perangkat daerah memiliki perhatian yang sama terhadap peningkatan pendapatan daerah. Sebab, menurutnya, upaya efisiensi anggaran perlu diiringi dengan kemampuan daerah dalam meningkatkan PAD.
“Efisiensi harus kita imbangi dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni dalam paparannya menekankan pentingnya Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengoptimalkan kapasitas fiskal daerah.
Peningkatan PAD, kata dia, dapat dilakukan melalui berbagai strategi, mulai dari intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi, hingga penguatan inovasi daerah.
Agus Fatoni juga mengingatkan pentingnya pemutakhiran serta akurasi data sebagai salah satu dasar dalam penerimaan Dana Transfer ke Daerah (TKD).
Menurutnya, peningkatan kinerja pemerintah daerah juga menjadi faktor penting untuk membuka peluang memperoleh berbagai bentuk insentif dari pemerintah pusat.
Selain sektor perpajakan, Agus Fatoni mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi BUMD, BLUD, RSUD dan Puskesmas, termasuk pemanfaatan Barang Milik Daerah sebagai sumber optimalisasi pendapatan.
Ia juga menyampaikan adanya alternatif pembiayaan melalui pinjaman daerah serta mendorong pemerintah daerah memanfaatkan berbagai program dan anggaran kementerian/lembaga yang dapat mendukung pembangunan daerah.
Melalui High Level Meeting ETPD tersebut, Pemkab Padang Pariaman diharapkan tidak hanya semakin memperluas digitalisasi transaksi, tetapi juga mampu membangun ekosistem pengelolaan keuangan daerah yang lebih efektif, transparan dan akuntabel.
Penguatan PAD dan optimalisasi seluruh potensi daerah dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan fiskal Kabupaten Padang Pariaman, terutama di tengah kebutuhan pembangunan dan tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Simon Saimima, Direktur Keuangan Bank Nagari Sumbar Roni Edrian, Sekretaris Daerah Padang Pariaman Hendra Aswara, seluruh kepala perangkat daerah serta camat se-Kabupaten Padang Pariaman.( Leo ).
