September 25, 2026

Pemimpin vs Pimpinan dalam Dunia Jurnalistik Oleh: Priyono, A.Md, SH, S.Sos (Pemimpin Redaksi Media Putra Bhayangkara)

Dalam kehidupan organisasi, termasuk di dunia jurnalistik, sering kita mendengar istilah pimpinan dan pemimpin. Sekilas keduanya terlihat sama, namun sejatinya memiliki makna yang sangat berbeda.

Pimpinan identik dengan jabatan formal yang diperoleh melalui pengangkatan atau penunjukan. Seseorang menjadi pimpinan karena duduk di kursi tertentu. Namun, jabatan tidak otomatis membuat seseorang dihormati atau diikuti dengan sepenuh hati.

Sementara itu, pemimpin adalah sosok yang lahir dari teladan, sikap, dan peran nyata. Pemimpin mampu menggerakkan, membimbing, dan memberi inspirasi. Ia tidak hanya berada di atas, tetapi hadir di tengah, bahkan di depan ketika jurnalisnya menghadapi tantangan.

Dalam konteks media, seorang Pemimpin Redaksi tidak cukup hanya duduk di kursi jabatan. Ia harus menjadi teladan dalam menjaga profesionalisme, menegakkan kode etik jurnalistik, serta memastikan setiap berita yang lahir membawa kebenaran bagi masyarakat.

Perbedaan mendasar ini penting dipahami:

Pimpinan redaksi hanya sekadar simbol struktur.

Pemimpin redaksi adalah jiwa yang menjaga roh jurnalistik tetap hidup.

Saya pribadi sejak awal memilih untuk menjadi Pemimpin Redaksi, bukan sekadar pimpinan. Karena bagi saya, media bukan hanya tempat bekerja, tetapi ladang pengabdian. Setiap berita yang kita publikasikan adalah tanggung jawab moral, sosial, dan bahkan religius.

Dalam Islam, Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa kepemimpinan adalah amanah, bukan sekadar kedudukan. Oleh karena itu, setiap pemimpin redaksi harus sadar bahwa tugasnya bukan hanya menulis atau mengoreksi berita, melainkan menjaga agar media tetap menjadi pilar kebenaran dan suara masyarakat.

Akhir kata, mari kita renungkan:

Pimpinan bisa lahir dari penunjukan.

Pemimpin lahir dari kepercayaan dan teladan.

Media yang kuat tidak cukup dipimpin oleh pimpinan, tetapi harus dipandu oleh pemimpin sejati yang berani menjaga kebenaran meski menghadapi risiko.

♥

Priyono, A.Md, SH, S.Sos

Pemimpin Redaksi Media Putra Bhayangkara

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *