September 25, 2026

Pemdes Mekarasih Bersama Warga Gelar Acara Baritan Sebagai Wujud Syukur Dan Lestarikan Tradisi Budaya

Putrabhayangkara com// Karawang- Tradisi Baritan atau hajat bumi adalah, salah satu ritual khas masyarakat Sunda sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang maha esa, atas limpahan karunia, rezeki dan hasil panen tanaman. Minggu 26/01/2025 dihalaman kantor Desa Mekarasih Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang. Pemdes Mekarasih bersama Masyarakatnya, kembali menggelar acara hajat bumi dengan menyajikan hiburan seni sandiwara dari Group Sang Putra Darma yang berasal dari Kabupaten Indramayu Jawa barat.

Kades Mekarasih (PJs) Yasser Arafat saat ditemui awak media Putrabhayangkara menjelaskan bahwa tradisi (Baritan) hajat bumi merupakan warisan leluhur yang harus dijaga, “Acara baritan ini bukan hanya sekedar acara hiburan saja, namun sebagai wujud syukur kepada Tuhan yang maha esa, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dalam kebersamaan antara Pemerintah Desa dengan seluruh warga masyarakat. Selain itu dalam acara ini, Kita akan melaksanakan do’a bersama, untuk memohon keberkahan rizki, keselamatan, kelancaran dari segala usaha serta kesuburan tanaman, agar hasil panen di musim mendatang melimpah ruah sesuai harapan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Yasser arafat juga menyampaikan rencana pemerintah desa terkait dengan pembangunan infrastruktur dan program rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Dan selain itu pada Mei 2025 mendatang, Desa Mekarasih akan menjadi lokasi program (TMMD) TNI Manunggal Membangun Desa, di mana sekitar 100 personel TNI akan tinggal selama (1) satu bulan untuk membantu pelaksanaan pembangunan desa serta membersihkan lingkungan. Ia juga menghimbau warga, untuk selalu menjaga kebersihan rumah serta lingkungan sebagai langkah awal menciptakan Desa yang bersih dan juga nyaman.

Sementara H Sukandi, tokoh masyarakat sekaligus Ketua Panitia acara tersebut, menambahkan bahwa tradisi Baritan memiliki nilai yang mendalam, “Baritan bukan sekadar ritual, tetapi sebagai bentuk rasa syukur atas semua karunia yang Alloh SWT berikan kepada kita, baik itu yang dihasilkan dari hasil panen tanaman, berdagang maupun usaha-usaha kita lainnya, dan selain itu, acara yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini, bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara warga masyarakat dengan Pemerintah Desa sekaligus untuk menjaga kelestarian tradisi budaya yang diwariskan para leluhur kepada kita,” ucapnya.

Acara dimulai dengan do’a bersama yang dipimpin oleh seorang tokoh agama (Ustadz) setempat. Selanjutnya acara puncak dalam Baritan tersebut, diisi dengan sajian hiburan, pertunjukan seni sandiwara, dari Eblek group “Sang Putra Darma” yang berasal dari Kabupaten Indramayu Jawa barat.

Ditempat yang sama Mulyana (54), salah seorang warga, mengungkapkan kegembiraan nya atas pelaksanaan acara ini. “Tradisi ini selalu dinantikan setiap tahun. Selain mengingatkan kami untuk bersyukur, Baritan ini juga mempererat hubungan antar warga dan menghadirkan suasana kekeluargaan yang hangat,” katanya.

Dengan nuansa tradisional yang kental dan kebersamaan yang erat, acara ini membuktikan bahwa budaya lokal tetap hidup di Desa Mekarasih. Partisipasi tinggi dari masyarakat menunjukkan bahwa nilai-nilai leluhur Sunda masih relevan dan terus dilestarikan di tengah arus modernisasi saat ini. (Gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *