September 25, 2026

Pelanggan Telkomsel di Mesuji Kecewa, Pulsa Terus Terpotong: Diduga Ada Oknum Bermain, Akan Dilaporkan ke Mabes Polri

 

Mesuji, Lampung — Seorang pelanggan Telkomsel di Kabupaten Mesuji, Komarudin, mengaku kecewa dan dirugikan setelah pulsa regulernya terus-menerus terpotong secara otomatis akibat dugaan kesalahan sistem layanan pulsa darurat. Komarudin bahkan menduga ada unsur kelalaian serius atau permainan oknum di balik peristiwa ini.

Masalah bermula dari penggunaan layanan pulsa darurat beberapa waktu lalu. Meski mengklaim telah melunasi utang tersebut, sistem Telkomsel tetap mencatatnya sebagai tunggakan. Akibatnya, setiap kali ia mengisi pulsa, saldonya langsung dipotong tanpa penjelasan yang jelas.

“Saya merasa sangat dirugikan. Sudah dua kali saya isi pulsa, langsung terpotong dengan alasan yang sama—utang pulsa darurat. Padahal saya sudah lunas. Ini tidak masuk akal dan saya curiga ada yang tidak beres,” ujar Komarudin dengan nada kecewa, Minggu (27/7/2025).

 

Komarudin menyatakan, hingga lebih dari 12 jam sejak komplain pertama disampaikan, belum ada tanggung jawab dari pihak Telkomsel untuk mengembalikan pulsa yang sudah terpotong. Ia menilai ada indikasi kuat permainan culas yang bisa mengarah pada tindak pidana korupsi data pelanggan.

“Jika dalam waktu dekat tidak ada pertanggungjawaban, saya akan melaporkan masalah ini ke Mabes Polri. Saya duga ini bukan sekadar kesalahan teknis, tapi ada oknum yang bermain,” tegasnya.

 

Saat dikonfirmasi, pihak Telkomsel melalui customer service bernama Dina hanya menyampaikan permintaan maaf dan menduga masalah ini disebabkan oleh gangguan sistem.

“Kemungkinan besar data pelunasan tidak terkoneksi ke sistem pusat, sehingga sistem masih mencatat utang pulsa darurat,” jelas Dina singkat.

 

Komarudin mendesak Telkomsel segera memperbaiki sistem mereka dan memberikan kompensasi atas kerugian yang telah terjadi. Ia juga meminta agar manajemen Telkomsel lebih responsif, khususnya terhadap keluhan dari pelanggan di daerah seperti Mesuji.

Kasus ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya keluhan serupa dari pelanggan lain, terutama di wilayah pedesaan yang merasa diperlakukan tidak adil oleh perusahaan telekomunikasi besar seperti Telkomsel. [Tim 007 Lampung/RI]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *