September 25, 2026

Nusakambangan Bertransformasi: Dari Pulau Penjara Menjadi Pusat Ketahanan Pangan Nasional

Balige, 6 Februari 2025

Pulau Nusakambangan, yang selama ini dikenal sebagai kawasan tertutup dengan tingkat pengamanan tinggi bagi narapidana berisiko tinggi, kini bertransformasi menjadi pusat ketahanan pangan nasional. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, menegaskan bahwa Nusakambangan memiliki potensi besar untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kunjungan kerja bersama sejumlah mitra strategis, Agus Andrianto menyampaikan bahwa proyek ini bukan sekadar inisiatif pertanian biasa, melainkan bagian dari konsep besar pemberdayaan Warga Binaan sekaligus peningkatan produksi pangan nasional.

> “Kami ingin Nusakambangan tidak hanya dikenal sebagai tempat pengasingan, tetapi juga sebagai pusat produksi pangan yang berkontribusi nyata bagi negara,” ujar Agus saat meninjau langsung lahan pertanian dan perikanan di pulau tersebut.

115 Hektare Lahan Digarap untuk Pangan dan Peternakan

Proyek ketahanan pangan di Nusakambangan melibatkan pemanfaatan 115 hektare lahan, yang dibagi dalam beberapa sektor utama:

1. Pertanian dan Perkebunan

Sebanyak 72 hektare dialokasikan untuk pertanian padi dan jagung, dengan target menjadi salah satu lumbung pangan utama.

2. Perikanan dan Tambak Udang

Seluas 32 hektare lahan di tepi pantai belakang Lapas Pasir Putih dikembangkan menjadi tambak udang vaname dan budidaya berbagai jenis ikan laut.

3. Peternakan

Ribuan ekor ayam petelur, kambing, serta ratusan ekor sapi sedang dikembangkan untuk mendukung ketersediaan protein hewani di pasar domestik.

Melalui program ini, para Warga Binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga mendapatkan keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah menyelesaikan masa tahanan.

> “Konsep ini ibarat sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Warga Binaan mendapatkan pembinaan dan keterampilan, sementara kita juga membantu mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tambah Agus.

Dukungan Infrastruktur dan Investasi dari Berbagai Pihak

Agar program ini berjalan optimal, berbagai pihak dilibatkan, termasuk PT PLN (Persero) dan BRI. PLN berkontribusi dalam penyediaan listrik untuk mendukung fasilitas pertanian dan peternakan, sementara BRI berperan dalam pendanaan serta pembinaan Warga Binaan melalui program inklusi keuangan.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Imipas dan Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menandatangani Nota Kesepahaman terkait kerja sama dalam pengembangan ketahanan pangan berbasis energi berkelanjutan. Selain itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, bersama Sekretaris PT PLN, Alois Wisnuhardana, menandatangani perjanjian pemanfaatan limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk pembangunan infrastruktur di Nusakambangan.

Tak hanya itu, sejumlah perusahaan swasta seperti PT Agro, PT 69, dan PT Wilmar Padi Indonesia turut serta dalam pengembangan sektor pangan di Nusakambangan.

Pembangunan Pabrik Pupuk dan Balai Latihan Kerja (BLK)

Untuk mendukung keberlanjutan program, pemerintah juga membangun pabrik pupuk di kawasan tersebut. Pupuk organik dan anorganik yang dihasilkan akan digunakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di pulau ini. Selain itu, didirikan Balai Latihan Kerja (BLK) bagi Warga Binaan, yang difokuskan pada pelatihan pertanian modern, peternakan, dan perikanan.

Sebagai simbol dimulainya proyek ini, Menteri Imipas bersama stakeholder yang hadir melakukan penebaran benih ikan di tambak serta peletakan batu pertama pembangunan BLK.

> “Ini bukan sekadar proyek, tapi sebuah transformasi besar. Nusakambangan kini bukan hanya pulau penjara, tetapi juga menjadi simbol kemandirian dan ketahanan pangan nasional,” pungkas Agus.

Dengan perubahan besar ini, Nusakambangan tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat isolasi bagi para narapidana berisiko tinggi, tetapi juga sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia dan ketahanan pangan yang berdaya saing.

Sumber: Humas Rutan Balige

Diterbitkan Media Putra Bhayangkara
Oleh. Frish. H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *