MUBES LPM 2025: DPP LPM Tegaskan Peran Strategis di Garda Terdepan Perjuangan Melayu Kalbar
Pontianak — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (MUBES) Laskar Pemuda Melayu (LPM) tahun 2025, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LPM menegaskan kembali peran strategis organisasi dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat ekonomi rakyat, serta mengawal marwah konstitusi dan nilai-nilai Melayu di Kalimantan Barat.Hotel Harris, Minggu,(7/12)
Dalam berbagai dinamika daerah—mulai dari persoalan pertanahan, meningkatnya penyimpangan sosial, tekanan ekonomi masyarakat kecil, hingga potensi gesekan politik lokal—DPP LPM menyatakan bahwa kehadirannya tidak bersifat seremonial, melainkan sebagai kekuatan nyata yang bekerja di banyak lini dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Identitas perjuangan LPM dirangkum dalam falsafah Melayu yang terus diwariskan para tetua:
“Melintang Patah, Membujur Lalu”
Sebagai petuah yang bermakna pantang mundur dalam menghadapi rintangan dan tetap melangkah demi kepentingan banyak orang. Nilai ini menjadi ruh organisasi dalam menjalankan setiap agenda sosial dan kebangsaan.
Tiga Pilar Operasional LPM: TRC, KILL, dan Laskar Pertemuan Melayu Kalbar
DPP LPM menegaskan bahwa struktur organisasi yang dimilikinya merupakan struktur kerja nyata yang aktif 24 jam, bukan hanya formalitas. Tiga pilar utama menjadi motor penggerak organisasi:
1. TRC – Tim Reaksi Cepat
Berperan sebagai garda terdepan dalam berbagai situasi krusial seperti konflik sosial, keadaan darurat, bencana, hingga potensi ancaman stabilitas daerah.
TRC dikenal sigap, profesional, dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
2. KILL – Komando Inti Laskar Lapangan
Merupakan barisan inti yang memastikan seluruh agenda LPM berjalan tertib, aman, dan bermartabat.
KILL menjadi simbol disiplin, ketegasan, serta penjaga marwah organisasi.
3. Laskar Pertemuan Melayu Kalbar
Wadah moral dan identitas masyarakat Melayu untuk menjaga adat, kehormatan, serta kearifan lokal.
Mereka menjadi benteng nilai-nilai budaya, memastikan gerak organisasi tetap berakar pada kultur Melayu.
LPM: Pilar Rakyat dan Penjaga Keutuhan Daerah
Menjelang MUBES 2025, DPP LPM menegaskan komitmennya untuk:
Mendorong UMKM sebagai penguatan ekonomi rakyat.
Mengawal proses politik agar tetap jujur, sehat, dan bebas intervensi yang merugikan masyarakat.
Menjaga stabilitas dan keamanan sosial.
Menjadi penyeimbang terhadap kebijakan yang tidak pro-rakyat kecil.
Memperkuat kolaborasi elemen-elemen Melayu demi persatuan dan kehormatan daerah.
LPM menegaskan bahwa pembangunan harus menyentuh masyarakat bawah dan bahwa keadilan menjadi fondasi kebijakan publik.
Menuju MUBES 2025: Momentum Konsolidasi Besar LPM
MUBES LPM 2025 bukan sekadar agenda pemilihan pimpinan, tetapi ajang konsolidasi besar organisasi untuk memperkuat:
Soliditas internal,
Disiplin struktural,
Gerakan sosial yang konkret,
Kepemimpinan visioner untuk masa depan LPM.
LPM menargetkan menjadi organisasi modern yang strategis, progresif, dan tetap berjiwa Melayu, sesuai semangat Melintang Patah, Membujur Lalu.
Imbauan Gubernur Kalbar: Jaga Kondusivitas Daerah
Gubernur Kalimantan Barat H. Ria Norsan turut memberikan imbauan kepada seluruh organisasi masyarakat, termasuk LPM, agar tetap menjaga:
Stabilitas dan keamanan daerah,
Kerukunan sosial,
Persatuan dan kesatuan,
Kebijaksanaan dalam menyikapi isu-isu liar di media sosial.
Sebagai bentuk penghormatan, Gubernur juga mengajak hadirin membaca doa Al-Fatihah untuk mendoakan almarhum Iskandar SH bin Ismail, Datok Panglima Besar DPP LPM Kalbar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kodam XII/Tanjungpura, Polda Kalbar, Kejati Kalbar, Wakil Bupati Bengkayang, para ketua organisasi masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Tim: HUMAS LPM (Sabirin)
