Mantan Ketua Gapoktan Tunas Abadi Desa Pangkal Mas Diperiksa Terkait Transparansi Dana Bantuan Lahan Rawa
MESUJI – Kasus transparansi dana bantuan lahan rawa yang menyeret nama mantan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tunas Abadi, Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur, semakin bergulir. Hari ini, Dinas Pertanian memanggil mantan ketua Gapoktan tersebut untuk dimintai keterangan secara resmi terkait dugaan penyelewengan dana bantuan. Selasa [11/02/24]
Pemanggilan ini dilakukan berdasarkan surat resmi yang ditandatangani oleh Ir. Iwan Julisman, S.T., M.T., PLT Kepala Dinas Pertanian. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung di kantor Dinas Pertanian dengan tujuan mengklarifikasi dugaan ketidaksesuaian dalam pengelolaan dana bantuan lahan rawa yang menjadi perhatian masyarakat Desa Pangkal Mas.
Sejumlah warga dan petani di Desa Pangkal Mas sebelumnya telah mendesak transparansi terkait penggunaan dana bantuan tersebut. Mereka mengungkapkan adanya indikasi penyalahgunaan dana yang seharusnya digunakan untuk peningkatan produktivitas lahan rawa di desa tersebut. Desakan warga juga disampaikan melalui laporan resmi ke lembaga bantuan hukum, yang kini kabarnya telah membawa kasus ini ke jalur hukum.
“Kami berharap proses pemeriksaan ini memberikan kejelasan atas dana bantuan yang selama ini menjadi tanda tanya besar bagi petani. Transparansi adalah kunci agar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana bantuan tetap terjaga,” ujar salah satu perwakilan warga Desa Pangkal Mas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pertanian belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil pemeriksaan. Namun, masyarakat terus memantau perkembangan kasus ini dengan harapan mendapatkan jawaban atas tuntutan mereka.
Kasus ini menjadi perhatian luas karena menyangkut kepentingan masyarakat desa yang menggantungkan hidup mereka pada sektor pertanian. Proses hukum yang kini tengah berjalan diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya dan memberikan keadilan kepada semua pihak yang terlibat.
Kita tunggu perkembangan lebih lanjut terkait pemeriksaan hari ini dan langkah-langkah yang akan diambil oleh pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan ini. [TIM 007 LAMPUNG]
