Malaysia Perketat Pemeriksaan Perbatasan di Tebedu Sarawak, Alihkan Fungsi Pengawasan ke Badan Kontrol dan Perlindungan Perbatasan
Tebedu, Sarawak — Pemerintah Malaysia memperkuat pengawasan perbatasan di wilayah Tebedu, Sarawak, melalui serangkaian langkah strategis, termasuk pengalihan fungsi pemeriksaan dari Departemen Bea Cukai (Customs) kepada Badan Kontrol dan Perlindungan Perbatasan Malaysia. Kebijakan ini diterapkan untuk meningkatkan keamanan, efektivitas pemeriksaan, serta mencegah masuknya barang ilegal ke wilayah Malaysia.sabtu,(8/11)
Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan nasional yang mencakup pengambilalihan penuh proses inspeksi individu, kendaraan, dan barang di 22 titik masuk di seluruh Malaysia. Dengan pengalihan fungsi tersebut, Bea Cukai Malaysia kini dapat fokus pada mandat inti mereka, yaitu penilaian dan pemungutan pajak di pos perbatasan darat, laut, dan udara.
“Langkah ini diambil untuk memperkuat penegakan perbatasan dan melindungi kedaulatan nasional,” ujar salah seorang petugas customs yang bertugas di perbatasan Tebedu.
Fokus Penguatan Pengawasan
Terdapat beberapa aspek utama dalam kebijakan penguatan pemeriksaan ini:
Penegakan Keamanan Perbatasan
Pemeriksaan di pintu masuk diperketat, terutama di jalur perbatasan Tebedu yang menjadi akses lintas batas antara Malaysia dan Indonesia.
Seluruh individu dan kendaraan yang masuk melalui pos pemeriksaan wajib menjalani inspeksi detail.
Perlindungan dari Barang Terlarang
Pengawasan difokuskan pada pencegahan penyelundupan narkotika, barang ilegal, serta aktivitas perdagangan yang melanggar aturan.
Peningkatan Pengawasan Barang Subsidi dan Ekspor
Pemerintah Malaysia menempatkan petugas dari kementerian terkait untuk memastikan barang-barang bersubsidi tidak diselundupkan keluar negeri.
Aturan lebih ketat diterapkan terhadap barang ekspor untuk mencegah transshipment ilegal, atau pengalihan rute barang melalui Malaysia guna menghindari ketentuan perdagangan internasional.
Sinergi dengan Mitra Internasional
Customs Malaysia aktif berkolaborasi dengan lembaga mitra dari negara tetangga, termasuk Indonesia, untuk meningkatkan efektivitas pengawasan lintas batas.
Langkah ini menandai komitmen kuat pemerintah Malaysia, khususnya di Sarawak, dalam memperkuat keamanan nasional sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi perdagangan internasional.
“Kolaborasi antara dua negara sangat penting untuk mencegah masuknya barang ilegal dan menjaga keamanan kawasan perbatasan,” tegas petugas tersebut.
Dengan adanya restrukturisasi kelembagaan dan penguatan koordinasi antarinstansi, Malaysia menargetkan peningkatan efisiensi, keamanan, serta kelancaran arus perdagangan yang legal dan terkontrol.
Reporter: (sabirin media Putra bhayangkara.com)
Lokasi: Tebedu, Sarawak -Mlalaysia
