Lomba Dayung Ramaikan Panggungrejo, Wakil Wali Kota Targetkan Jadi Event Wisata Tahunan
Kota Pasuruan, Detektif co.id* – Pemerintah Kota Pasuruan kembali menggelar Lomba Dayung Walikota Cup 2025 yang dipusatkan di kawasan Segoro, Kelurahan Panggungrejo, Sabtu (26/7). Ajang ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Pasuruan, H. M. Nawawi, dan diikuti oleh puluhan peserta dari dalam dan luar daerah.
Sebanyak 27 tim meramaikan perlombaan, terdiri dari 13 tim lokal dan 14 tim luar daerah. Gelaran ini tak hanya menjadi ajang adu ketangkasan, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekonomi kreatif masyarakat sekitar.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat, termasuk jajaran TNI dan Polri yang turut mendukung jalannya acara. Lomba ini tidak hanya soal olahraga, tapi juga memperkuat kebersamaan warga,” kata Nawawi dalam sambutannya.
Ia mengungkapkan harapan agar kegiatan ini tidak berhenti di level kota, namun dapat ditingkatkan menjadi event tingkat regional yang mampu memperkenalkan Pasuruan sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya lokal.
“Kalau bisa dikembangkan ke skala regional, maka dampaknya akan jauh lebih besar, termasuk terhadap pelaku UMKM yang ada di sekitar lokasi acara,” ujarnya.
Menurut Nawawi, lomba dayung ini sejatinya telah menjadi bagian dari kalender tahunan Pemkot Pasuruan. Ia menyebut, kegiatan semacam ini bisa menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi pemacu ekonomi. Ketika banyak orang datang, maka ada perputaran uang. Produk UMKM bisa laris, dan masyarakat makin terdorong untuk ikut berinovasi,” tambahnya.
Gelaran ini juga disambut hangat oleh masyarakat. Ratusan warga tampak antusias menyaksikan perlombaan dari tepian sungai, sebagian lainnya berinteraksi di stan-stan yang menjual makanan khas dan produk lokal.
Para pelaku usaha kecil menilai lomba seperti ini memberikan ruang untuk menampilkan produk mereka ke khalayak yang lebih luas. Beberapa di antara mereka bahkan mengaku pendapatan mereka meningkat drastis saat acara berlangsung.
Selain unsur olahraga dan ekonomi, event ini juga mengandung unsur pelestarian budaya. Dayung yang selama ini identik dengan tradisi masyarakat pesisir, kini dibungkus dalam format modern yang lebih menarik bagi generasi muda.
“Ini juga bagian dari menjaga budaya agar tetap hidup. Kita tidak boleh hanya terpaku pada modernitas, tapi juga harus melestarikan kearifan lokal,” tegas Nawawi.
Acara berjalan tertib, dengan pengamanan dari unsur kepolisian dan dukungan dari sejumlah OPD terkait. Pemerintah berharap kegiatan ini dapat terus digelar secara konsisten setiap tahun.
Shl
