September 26, 2026

LMPP Jambi: Akankah Program Bupati Merata Berjalan Ditangan Oknum Pejabat  Bermental Penakut Yang Akut

Compress_20260608_114521_1520

‎Jambi, (putrabhayangkara.id) – Senen, 08/06/2026. Ketua LMPP Jambi meminta Bupati Tanjabtim segera melakukan evaluasi mendalam terhadap sejumlah oknum pejabat di OPD. Permintaan ini disampaikan menyusul temuan di lapangan yang menunjukkan adanya pejabat yang dinilai memiliki mental penakut hingga tingkat akut, sehingga menghambat kinerja pelayanan publik.
‎
‎Attan menilai, mentalitas tersebut terlihat dari kebiasaan menghindari tanggung jawab, lebih memilih bungkam, serta enggan menyampaikan masalah yang sebenarnya terjadi ke muka publik.
‎
‎”Kami mendapati ada oknum pejabat yang seolah-olah memelihara rasa takut ini terus-menerus, takut dikritik, takut salah langkah, takut mengambil risiko, padahal semuanya bisa dipertanggung jawabkan jika berlandaskan hukum dan kepentingan rakyat. Jika mentalnya seperti ini, bagaimana mungkin program Bupati MERATA bisa berjalan lancar dan masyarakat terlayani dengan baik. Seperti  baru-baru ini, soal alat berat milik aset Pemkab Tanjabtim yang terbenam di atas  lahan hutam rondrang, beberapa kali awak media melakukan upaya komfirmasi, selalu menemu jalan buntu, mereka lebih memilih dan perlu mengindar dari kejaran wartawan, memilih memblokir kontak wartawan, kenapa oknum pejabat yang memilihara mental penakut yang akut ini masih dipertahankan, mungkinkah program Bupati MERATA akan berjalan sesuai janji kompanye diera pilkada kemaren, tentunya ini menjadi bumerang untuk Bupati sebagai kepala Daerah untuk menjalankan program atau visi misi nya, terkendala oleh minimnya informasi, minimnya keterbukaan ke publik yang dilakukan oleh oknum pejabat yang rusak mental.” ujar attan.
‎
‎” Evaluasi ini bukan bermaksud menjatuhkan, melainkan bagian dari pengawasan sosial agar birokrasi menjadi lebih sehat. Kami meminta Bupati melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah melakukan penilaian objektif: memberikan pembinaan bagi yang masih bisa diperbaiki, hingga mengambil langkah tegas seperti penyesuaian jabatan jika sikap tersebut tidak berubah. Jabatan adalah amanah, bukan tempat bersembunyi. ” tegas Attan. (Jhon.T)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *