Lapas Kelas IIB Siborongborong Gelar Doa Bersama Lintas Agama Demi Kedamaian Bangsa
Siborongborong – Selasa, 02 September 2025
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Siborongborong, Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara, menggelar doa bersama lintas agama pada Senin, 1 September 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh khidmat dan melibatkan seluruh jajaran Lapas, mulai dari Kepala Lapas, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), para staf, pegawai, hingga seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Menurut rilis resmi yang disampaikan Humas Lasibor kepada Media Putra Bhayangkara, Selasa (2/9), doa bersama ini dilaksanakan sebagai bentuk penguatan batin sekaligus mendoakan Indonesia agar segera bangkit dan pulih dari berbagai tantangan yang tengah dihadapi.
Bentuk Kebersamaan Lintas Agama
Kegiatan doa bersama berlangsung di tiga rumah ibadah yang tersedia di dalam Lapas Siborongborong, yakni rumah ibadah Islam, Kristen, dan Hindu.
Umat Kristen melaksanakan doa di kapel dengan dipimpin seorang perwakilan jemaat. Suasana ibadah berlangsung tenang, diikuti dengan pembacaan firman dan doa bersama seluruh peserta.
Umat Islam berkumpul di musholla Lapas, dipimpin oleh seorang ustaz. Doa dilaksanakan secara berjamaah dengan penuh kekhusyukan, diiringi suasana tertib dan teratur.
Umat Hindu melaksanakan doa di ruang sembahyang dengan ritual khas, menggunakan dupa dan persembahan. Warga binaan yang beragama Hindu mengikuti prosesi dengan penuh penghormatan.
Dengan demikian, tiga agama besar yang dianut oleh warga binaan serta pegawai Lapas mendapat ruang yang sama, menegaskan komitmen Lapas Siborongborong dalam memfasilitasi keragaman keagamaan di lingkungan pemasyarakatan.
Kehadiran Pimpinan dan Jajaran
Acara doa bersama ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Siborongborong, Herry Simatupang didampingi oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Edison Tambunan para pejabat struktural, staf administrasi, serta petugas pengamanan.
Kehadiran pimpinan Lapas menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan yang melibatkan seluruh unsur, baik petugas maupun warga binaan. Doa bersama ini tidak hanya menjadi agenda spiritual, melainkan juga menjadi sarana memperkuat solidaritas internal di antara keluarga besar Lapas.
Pesan dan Harapan
Dalam keterangannya, pihak Lapas menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan wujud kepedulian terhadap kondisi bangsa yang tengah menghadapi dinamika. Harapannya, melalui doa lintas agama, ketenangan, kedamaian, serta kebijaksanaan dapat tercurah bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Kami percaya bahwa doa memiliki kekuatan besar untuk membawa perubahan. Melalui doa bersama ini, kami ingin menunjukkan bahwa meski berada di balik tembok pemasyarakatan, kami tetap peduli dan turut mendoakan bangsa agar senantiasa diberikan jalan terbaik,” demikian kutipan rilis resmi Humas Lapas Siborongborong.
Bagian dari Pembinaan Kepribadian
Selain sebagai wujud solidaritas kebangsaan, doa bersama juga menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian di Lapas. Program ini bertujuan menumbuhkan nilai religius, moral, serta spiritualitas warga binaan agar semakin siap menjalani proses reintegrasi sosial setelah bebas nantinya.
Kegiatan pembinaan keagamaan selama ini telah menjadi agenda rutin di Lapas Siborongborong, dengan melibatkan seluruh pemeluk agama yang ada. Namun doa bersama lintas agama yang dilaksanakan kali ini menjadi momen khusus karena dilakukan secara serentak dalam satu hari dan mengangkat tema besar: doa untuk bangsa dan negara.
Suasana Khidmat dan Tertib
Dari dokumentasi yang dibagikan, tampak suasana doa berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Warga binaan mengikuti arahan dengan tertib, sementara petugas Lapas mendampingi di masing-masing rumah ibadah.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung aman, tanpa gangguan, serta menunjukkan sinergi positif antara petugas dan warga binaan. Nuansa kebersamaan terlihat jelas dari partisipasi semua pihak, baik pimpinan, staf, maupun WBP.
Simbol Persatuan di Balik Tembok
Doa bersama lintas agama ini diharapkan dapat menjadi simbol persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman yang ada. Dalam situasi bangsa yang penuh tantangan, kebersamaan lintas iman di dalam Lapas Siborongborong menjadi cerminan bahwa nilai persatuan tetap bisa dijaga di manapun, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya fokus pada aspek hukum dan keamanan, melainkan juga pada pembangunan mental, spiritual, dan moral warga binaan.
Dengan terselenggaranya doa bersama lintas agama yang diikuti oleh Kalapas, KPLP, seluruh staf, jajaran pegawai, dan warga binaan, Lapas Siborongborong kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual.
Doa bersama ini diharapkan membawa berkah, kedamaian, dan kekuatan baru bagi bangsa Indonesia, sekaligus mempererat solidaritas di antara seluruh keluarga besar Lapas Kelas IIB Siborongborong.
“Semoga melalui doa yang tulus ini, Indonesia segera bangkit dan pulih dari masa-masa sulit,” tutup rilis Humas Lapas Siborongborong.
Diterbitkan Media Putra Bhayangkara
Frish. H. Silaban
