Konferensi Internasional Geotourism Destination Toba Caldera UNESCO Global Geopark 2025
Medan, Putrabhayangkara
Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara kembali lagi menegaskan komitmennya dalam hal mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan melalui partisipasi aktif di Konferensi Internasional Geotourism Destination Toba Caldera UNESCO Global Geopark 2025, yang di gelar di Khas Parapat Hotel.
Konferensi ini di buka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, SE, MM, dan turut di hadiri oleh, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, delapan Bupati yang berada di kawasan Danau Toba, Direktur Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Jimmy Panjaitan, ST, MM, serta General Manager Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Dr. Azizul Kholis.
Kehadiran dari para pemangku kepentingan ini menegaskan tekad bersama untuk mengembalikan status “kartu hijau” Toba Caldera UGGp sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO yang membanggakan.
Konferensi ini mengusung tema “Innovation and Strengthening of Geopark as Sustainability Tourism 2025”, dan pada konferensi ini di tekankan tentang pentingnya inovasi dan sinergi dalam memperkuat peran geopark sebagai sumber penghidupan masyarakat.
Dalam Konferensi ini, Menteri Pariwisata mengharapkan agar Danau Toba dapat menjadi salah satu pusat ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut, Dr. Rudy B. Hutabarat yang di wakili oleh, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Provinsi Sumut Dr. Suryono, Kamis (10/07/2025), mengatakan bahwa sektor pariwisata memiliki dampak yang berlapis pada perekonomian karena memberikan pendapatan langsung dari kunjungan wisatawan, mendongkrak sektor pendukung, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan wisata,”Bank Indonesia, Provinsi Sumut juga telah berkontribusi langsung terhadap pengembangan wilayah di area Toba, antara lain melalui, memfasilitasi penyelenggaran FGD Dewan pakar sebagai simulasi revalidasi oleh UNESCO, kurasi dan pelatihan UMKM serta sertifikasi kurator, Geopark Goes to School dan Toba Geobike,”jelasnya
Sebagai simbol penguatan identitas kawasan, Gubernur Sumatera Utara juga meresmikan logo dan maskot baru Toba Caldera UGGp yang akan menjadi penanda resmi pada berbagai geo-products hasil karya UMKM di kawasan Danau Toba.
Selain itu, Gubernur menerima modul edukasi geopark dari Direktur Utama BPODT sebagai materi pembelajaran bagi siswa mulai jenjang PAUD/TK hingga SMA dan materi ini di harapkan dapat menanamkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjaga nilai geologi, kelestarian lingkungan, budaya, dan potensi pariwisata Kaldera Toba.
Konferensi internasional ini di lanjutkan dengan sesi pleno yang menghadirkan narasumber ahli lintas negara, yaitu Dr. Dewarman Sitompul, M.Sc (Indonesia), Noordiana Bt Noordin, Ph.D (Malaysia), dan Soojae Lee, Ph.D (Korea Selatan).
Kegiatan di tutup dengan workshop pengelolaan geosite, oleh, Dr. Wilmar Simanjorang, akademisi dan aktivis lingkungan yang pernah menjadi penjabat Bupati Samosir, yang sekaligus tokoh pelestari Danau Toba.
Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Provinsi Sumut Dr. Suryono, mengatakan bahwa, dengan sinergi dari berbagai pihak, konferensi ini di harapkan menjadi langkah nyata menjaga warisan geologi Danau Toba yang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan inklusif di Sumatera Utara.
(Alexander/Medan)
